Kabur Sejak 2014, Buronan Bank Century Ini Ditangkap Kejagung Tanpa Perlawanan :: Nusantaratv.com

Kabur Sejak 2014, Buronan Bank Century Ini Ditangkap Kejagung Tanpa Perlawanan

Buronan Bank Century sejak 2014, Stefanus Farok Nurtjahja akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan Intelijen Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta, dan Kejari Jakarta Pusat pada Selasa, (29/10/19).
Kabur Sejak 2014, Buronan Bank Century Ini Ditangkap Kejagung Tanpa Perlawanan
Kejagung tangkap buron kasus Bank Century, Stefanus Farok. (Foto : Ist)

Jakarta, Nusantaratv.com - Buronan Bank Century sejak 2014, Stefanus Farok Nurtjahja akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan Intelijen Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta, dan Kejari Jakarta Pusat pada Selasa, (29/10/19).

Stefanus terlibat dalam Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam Kasus Bank Century sejak 2014 lalu.

Penangkapan Stefanus dibenarkan Jaksa Agung Muda Intelijen, Jan S Maringka.

"Ditangkap tanpa adanya perlawanan,” ujar Jan,   Rabu (30/10/2019) melansir Okezone. 

Jan menjelaskan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: No. 535 K/Pid.Sus/2014 tanggal 14 Juli 2014, Stefanus bersama kedua terdakwa lainnya yaitu Raden Mas Johanes Sarwono dan Umar Muchsin dinyatakan bersalah menerima uang sebesar Rp1.100.000.000,00 dari Toto Kuntjoro.

“Uang tersebut berasal dari Robert Tantular yang telah terbukti melakukan tindak pidana, penggelapan, penipuan, dan pencucian uang,” terangnya.

Stefanus pun langsung digiring menuju Lembaga Permasyaraktan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat.

“Stefanus langsung dibawa menuju ke Lapas Salemba untuk menjalani pidana yang telah dijatuhkan Pengadilan atas perbuatannya tersebut, "

Ditambahkan Jan, penangkapan Stefanus merupakan program tangkap buronan Yang ke 346 sejak diluncurkan Januari 2018 lalu.

"Penangkapan terhadap Stefanus merupakan kinerja Program Tangkap Buronan (Tabur 31.1) yang ke 346, sejak diluncurkan pada Januari 2018. Program Tabur 31.1 digulirkan bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buron pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia” paparnya lagi.

Atas perbuatannya, yang bersangkutan pun dijatuhi pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp1.000.000.000,00. (Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0