Jokowi Perintah Polri Tindak Penolak Pembangunan Gereja di Tanjung Balai Karimun :: Nusantaratv.com

Jokowi Perintah Polri Tindak Penolak Pembangunan Gereja di Tanjung Balai Karimun

Menurut dia intoleransi bertentangan dengan konstitusi negara
Jokowi Perintah Polri Tindak Penolak Pembangunan Gereja di Tanjung Balai Karimun
Presiden Jokowi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram dengan adanya penolakan renovasi Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, oleh sekelompok warga. 

Baca juga: Jokowi Tegaskan Negara Menjamin Kebebasan Beragama dan Beribadah

Ia kembali menegaskan bahwa negara menjamin kebebasan beragama, sehingga sikap intoleransi menurutnya tak perlu ada. 

"Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020). 

Karenanya Jokowi memerintahkan Menko Polhukam Mahfud Md dan Kapolri Jenderal Idham Azis, mengambil tindakan. Ia meminta mereka menindak tegas para pelaku, sehingga pelaksanaan kebebasan beribadah bisa berlangsung. 

"Sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. Jangan sampai intoleransi itu ada," kata Jokowi.

Jokowi menilai, seharusnya pemerintah daerah bisa menuntaskan perkara itu. Namun, Jokowi menganggap tidak ada upaya yang diambil guna menyelesaikan konflik.

"Saya perintahkan Menko Polhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja di Karimun Tanjung Balai, atau masjid yang ada di Minahasa Utara. Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain," tandasnya.

Pengerjaan bangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, diketahui dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga. Warga ingin aktivitas gereja dipindahkan dan bangunannya dijadikan cagar budaya. 

Saat ini kelanjutan pembangunannya masih menunggu putusan pengadilan. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0