Ini Cara Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 M :: Nusantaratv.com

Ini Cara Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 M

Meski begitu uang tersebut sebagian telah dikembalikan
Ini Cara Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 M
Bank DKI. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta dilaporkan oleh pihak Bank DKI Jakarta. Penyebabnya, anggota Satpol PP itu diduga membobol uang bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu. 

Baca juga: Sah! Argo Yuwono Jabat Karo Penmas Divhumas Polri 

Modusnya, ia mengambil uang hingga Rp 32 miliar secara bertahap. Meski begitu, saldo di rekeningnya tak berkurang meski penarikan terus dilakukan. Pelaku berinisial MO, yang merupakan petugas Satpol PP Jakarta Barat. 

Kepala Satpol PP DKI Arifin, menjelaskan pembobolan Bank DKI diduga dilakukan 12 anak buahnya pada periode Mei sampai Agustus 2019.

"Ini menurut pengakuan mereka sudah lama. Bukan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak. Ada yang bilang sejak Mei 2019, lanjut sampai Agustus," ujar Arifin, Senin (18/11/2019). 

Awalnya, salah satu pegawai tak tetap di Satpol PP DKI itu melakukan penarikan uang di ATM Bersama menggunakan kartu ATM Bank DKI.

"Jadi (ambil uang) bukan di ATM Bank DKI, melainkan ATM Bersama yang mana dia mengambilnya pertama dia salah PIN," katanya. 

Saat percobaan kedua, MO memasukkan PIN yang benar. Usai penarikan dilakukan, anggota mengetahui bahwa saldonya tak berkurang, sehingga kembali melakukan transaksi.

"Pertama ambil uang tapi saldo tidak berkurang. Lalu dia coba lagi. Dia orang pasti punya keingintahuan, ada semacam penasaran, maka dia coba lagi," tuturnya. 

Menurut Arifin, para anggota Satpol PP tersebut dipanggil polisi dan sudah melakukan pengembalian uang ke Bank DKI. Tapi, ada sejumlah anggota yang masih dalam proses.

Arifin menegaskan anak buahnya tak melakukan korupsi ataupun pencucian uang. 

"Sekali lagi saya luruskan tidak ada itu pencucian uang dan korupsi ya. Tetapi mereka ambil uang tapi saldo tidak berkurang. Dan ini menurut pengakuan mereka sudah lama. Bukan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak," jelasnya.

"Kenapa pihak yang sana (Bank DKI) juga baru hebohnya sekarang? Itu juga jadi pertanyaan saya, sistem mereka seperti apa," imbuh Arifin. 

Arifin menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi. Dia mengaku sudah menyiapkan sanksi apabila anggotanya terbukti melakukan pelanggaran hukum.

"Jika nantinya setelah diselidiki oleh Polda ada niat tidak baik maka kami akan siapkan tindakan tegas berupa pemecatan. Ya, tindakan tegasnya itu. Ada itikad nggak baik, dilakukan dengan cara tidak baik akan kami lakukan pemecatan," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0