Gugatan USD 40 Juta Ditolak, Istri Edward Soeryadjaya: Saya Istrinya, Kok Orang Lain yang Lepas Hak? :: Nusantaratv.com

Gugatan USD 40 Juta Ditolak, Istri Edward Soeryadjaya: Saya Istrinya, Kok Orang Lain yang Lepas Hak?

Fransiska dianggap hakim sudah bercerai dengan Edward
Gugatan USD 40 Juta Ditolak, Istri Edward Soeryadjaya: Saya Istrinya, Kok Orang Lain yang Lepas Hak?
Sidang gugatan Fransiska Kumalawati Susilo. (Detik.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menolak gugatan Fransiska Kumalawati Susilo terhadap suaminya, Direktur Ortus Holding Ltd, Edward Soeryadjaya, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Jumhur Hidayat Duga Banyak Konsumen yang Dirugikan Pakuwon Group

Fransiska dianggap tak memiliki kapasitas untuk menggugat Edward, Edwin Soeryadjaya, Joyce Soeryadjaya dan Judith Soeryadjaya, karena dianggap telah bercerai dengan Edward. Fransiska mengaku kecewa dengan putusan hakim.

"Karena keputusan itu diambil hanya atas dasar sebuah surat pernikahan seseorang yang bernama Xie Chong Seng atau yang disebut sebagai Edward Seky Soeryadjaya dengan seorang perempuan bernama Atilah Rapatriati. Surat ini dikeluarkan oleh otoritas Singapura pada 28 Januari 2002," ujar Fransiska di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

"Karena ada surat bukti pernikahan dari pihak Singapura, saya dianggap sudah bercerai dengan Edward," imbuh Fransiska.

Adapun surat pernikahan dari Singapura itu dinilai Fransiska janggal. Sebab suaminya tak memiliki nama Mandarin, Xie Chong Seng. Tapi Tjia Han Sek, sesuai surat ganti nama yang dikeluarkan pada tahun 1967.

Di samping itu, berdasarkan keterangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fransiska dan Edward masih berumah tangga. Pihak Disdukcapil bahkan telah menyampaikan keterangan tersebut di persidangan.

"Jadi seolah-olah surat pernikahan saya yang dicatatkan ke Dukcapil dianggap tak sah oleh majelis hakim. Sementara surat pernikahan di Singapura yang tak dilaporkan ke kedutaan Indonesia dan ke dukcapil malah dianggap sah? Bingung saya," paparnya.

Keputusan hakim, kata Fransiska, dianggap sama saja meragukan Disdukcapil dan meniadakan wewenang beberapa institusi negara. Hakim sepertinya hendak menyebut bahwa petugas Disdukcapil yang menyampaikan keterangan di persidangan memberikan kesaksian palsu atau berbohong.

Bukan hanya itu, lanjut Fransiska, dalam surat penetapan yang dikeluarkan oleh PN Jakpus pada tanggal 6 Maret 2013 disebutkan, bahwa ia dan Edward merupakan pasangan suami istri yang sah sesuai dengan Surat No.103/perkawinan/06/2009.

"(Dengan ditolaknya gugatan oleh PN Jakpus) saya menganggap Dukcapil memberikan keterangan palsu di dalam pengadilan dan pihak dari kantor catatan sipil telah mengeluarkan dokumen palsu. Juga, bahwa penetapan PN Jakpus No. 36/pdt.P/2013/PN.JKT.PST. yang menyatakan Edward Soeryadjaya masih menikah dan sah sebagai suami-istri itu juga tidak berlaku," jelasnya. 

"Oleh karena itu, saya akan mempidanakan (Dukcapil, kantor Catatan Sipil dan PN Jakpus) karena telah mengeluarkan surat dan memberikan keterangan palsu," lanjut  Fransiska.

Sementara, kuasa hukum Fransiska, Rinto Wardana, menjelaskan gugatan pembatalan dari tiga surat perpindahan hak senilai USD 40 juta yang diajukan kliennya, dilakukan lantaran dinilai ada hal janggal.

Dia menjelaskan, pada perjanjian yang dibuat tanggal 15 Januari 2010, tertulis mengenai surat perpindahan hak Edward. Pada surat, tercantum syarat perpindahan hak bisa dilakukan jika ada pelepasan hak dari Fransiska dan anak dari Edward.

Namun, belakangan ada wanita lain yang mengaku sebagi istri Edward dan menandatangani surat pelepasan hak.

"Jadi yang diperkarakan klien saya ini bukan harta waris. Tetapi, klien saya, mempunyai hak, harta gono-gini di mana ada timbulnya keuntungan," jelas Rinto.

Fransiska, kata Rinto kecewa dengan pelepasan hak oleh orang lain tersebut. Mengingat saat bermasalah dengan Sandiaga Uno, Fransiska disebut sebagai orang terdepan yang membela Edward dan mengurus perkaranya.

"Padahal setahu saya Pak Edward sangat akrab dengan Ibu Fransiska, bahkan Ibu Fransiska yang mengurus permasalahan Pak Edward dengan Sandiaga Uno. Tapi Edward, tidak memberitahu perjanjian itu kepada Fransiska. Padahal, yang mempunyai surat resmi dari negara Indonesia sebagi istri sah Edward adalah Fransiska," papar Rinto.

"Saya istrinya, kok jadi orang lain yang melepas kan hak?" sambung Fransiska.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0