Diduga Rugikan Negara Rp6 Triliun, KPK Bakal Minta LHP 4 Proyek ke BPK :: Nusantaratv.com

Diduga Rugikan Negara Rp6 Triliun, KPK Bakal Minta LHP 4 Proyek ke BPK

KPK dan BPK Memiliki Komitmen yang Sama untuk Membangun Sinergitas Dalam Pemberantasan Korupsi.   
Diduga Rugikan Negara Rp6 Triliun, KPK Bakal Minta LHP 4 Proyek ke BPK
Ilustrasi gedung KPK. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Terdapat 4 proyek yang diduga merugikan keuangan negara. Nilainya fantastis hingga mencapai lebih Rp6 triliun. Lembaga antirasuah bakal menindaklanjuti kasus ini dengan terlebih dahulu meminta laporan hasil pemeriksaan (LHP) 4 proyek tersebut ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

"Akan coba kami cek sejauh mana laporan itu ada atau masuk ke KPK. Insyaallah, kalau memang ada dengan data dokumen hasil auditnya, tentu tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menindak-lanjutinya dalam lidik. Ibarat udah disuapin, kitanya tinggal 'mengunyah' saja," ujar Nawawi Pomolango, Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dikutip dari Detik.com, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Ketua BPK: Kasus Jiwasraya Besar dan Sistemik 

Dia menyebut bila tidak memiliki LHP 4 proyek tersebut, maka KPK dipastikan akan memintanya ke BPK. Terlebih, KPK dan BPK, ungkap dia, punya komitmen yang sama untuk membangun sinergitas dalam pemberantasan korupsi.   

"Andai itu misalnya 'belum ada' di KPK, tetapi sudah 'terangkat' ke permukaan seperti ini, tentu saja kami akan memintanya dari teman-teman di BPK. Terlebih itu menjadi subtansi dari MoU di antara BPK dan KPK, saling 'memberi'," lanjutnya.

Awalnya, dugaan kerugian negara Rp6 trilliun dari 4 proyek sebelumnya diungkap Ketua BPK Agung Firman Sampurna. Keempat proyek itu, yakni JICT (Jakarta International Container Terminal), Terminal Peti Kemas Koja, Global Bond, dan Terminal Kalibaru.

"Kami punya 4 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait JICT (Jakarta International Container Terminal), kemudian Koja (Terminal Peti Kemas Koja), Global Bond, dan (Terminal) Kalibaru. Di 4 LHP tersebut kerugian negaranya mencapai angka sekitar lebih dari Rp6 triliun," tukas Agung di Jakarta.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0