Diduga Intimidasi dan Lecehkan Nasabah, Fintech Dipolisikan 40 Korban :: Nusantaratv.com

Diduga Intimidasi dan Lecehkan Nasabah, Fintech Dipolisikan 40 Korban

Diduga intimidasi dan cemarkan nama baik nasabah, perusahaan fintech dilaporkan ke polisi
Diduga Intimidasi dan Lecehkan Nasabah, Fintech Dipolisikan 40 Korban
Pengacara korban dugaan pencemaran nama baik perusahaan fintech, Mulkan Let-Let dan rekan

Jakarta, Nusantaratv.com -Sebuah perusahaan financial technology (fintech) atau peminjaman uang online, dilaporkan karena diduga melakukan pencemaran nama baik dan atau ancaman dengan kekerasan melalui media elektronik. Laporan dilakukan 40 korban yang diwakili pengacara Mulkan Let-Let. Laporan terdaftar dalam nomor laporan LP/4709/VIII/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 2 Agustus 2019.

"Jumlah total korban ada 40 orang. Hanya hari ini setelah koordinasi dengan pihak kepolisian, mereka meminta korban-korban tersebut tidak dihadirkan," ujar Mulkan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Menurut Mulkan, para korban mendapatkan pesan singkat bernada ancaman ketika mereka tak mampu membayar cicilan pinjaman. Bahkan, pihak perusahaan tak ragu menyebarkan pesan singkat yang berisi konten pornografi kepada nomor telepon yang tersimpan di ponsel korban.

"Yang disayangkan adalah korban sudah melakukan pembayaran, hanya bunganya terlalu tinggi. Mereka melakukan pemerasan dan ancaman. Fintech ini melakukan SMS blast (penyebaran SMS) ke seluruh kontak yang ada seperti teman kerja, rekan bisnis, pimpinan kantor, sahabat, dan keluarga," tutur Mulkan.

Para korban meminjam uang rata-rata uang sebesar Rp 1-3 juta yang dibayarkan dalam waktu 3-6 bulan. Mereka harus membayarkan bunga sebesar Rp 60.000-80.000 per hari, jika mereka telat membayar cicilan.

Selain intimidasi, pelecehan seksual juga pernah menimpa salah satu korban yang tak mampu membayar cicilan.

"Mereka kadang mengancam menggunakan intimidasi dan kata-kata yang tidak sepantasnya atau pelecehan seksual gitu. Pelecehan seksualnya seperti menyebut korban sebagai pelacur," paparnya.

Karenanya Mulkan berharap polisi segera menggerebek kantor perusahaan fintech tersebut, agar tak ada lagi korban yang dirugikan. Adapun terlapor dijerat Pasal 27 dan atau Pasal 29 dan atau Pasal 49 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0