Dewas KPK Dilantik, Din: Kalau Tak Setuju Jadi Presiden :: Nusantaratv.com

Dewas KPK Dilantik, Din: Kalau Tak Setuju Jadi Presiden

Din berpesan agar pemberantasan korupsi tak mengendur
Dewas KPK Dilantik, Din: Kalau Tak Setuju Jadi Presiden
Din Syamsuddin. (RMOL)

Jakarta, Nusantaratv.com - Hari ini, Jumat (20/12/2019) nama-nama Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin berharap masyarakat menerima nama-nama yang terpilih nanti.

Baca juga: Pelantikan, Pimpinan Demisioner dan Baru KPK ke Istana Bareng 

"Jadi siapa pun yang diangkat, jangan menggugat. Kalau tidak setuju, jadilah presiden. Cuma kan kita punya hak, jangan sampai korupsi semakin merajalela, karena itu kejahatan terhadap rakyat," ujar Din di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Ia meminta masyarakat tak memandang negatif dibentuknya Dewas KPK. Seperti menganggap bakal melemahnya pemberantasan korupsi.

"Justru pelemahan KPK selama ini dia menjadi proxy dan alat dari pihak tertentu dan harus saya katakan juga sangat kentara sekali motif politik dalam melaksanakan tugasnya. Ini tidak akan memberantas korupsi secara tuntas," jelas dia. 

Lebih lanjut mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu berpesan agar pemberantasan korupsi setelah ini terus diperkuat.

"Kita hanya berpesan jangan sampai pemberantasan korupsi itu mengendur, jangan sampai berkurang, sementara korupsi semakin merajalela dan banyak bengkalai kasus lama, maka justru KPK harus diperkuat dan harus menjadi lembaga independen," tandasnya.

Pelantikan Dewas KPK rencananya dilakukan siang ini, berbarengan dengan pelantikan pimpinan KPK terpilih. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkapkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai Dewas, antara lain mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Artidjo Alkotsar, hingga hakim Albertina Ho. Meski begitu nama-nama itu belum final.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0