Demi Rasa Keadilan Keluarga Korban, Kejaksaan Diminta Tahan Novel :: Nusantaratv.com

Demi Rasa Keadilan Keluarga Korban, Kejaksaan Diminta Tahan Novel

Kasus ini terjadi saat Novel menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu
Demi Rasa Keadilan Keluarga Korban, Kejaksaan Diminta Tahan Novel
Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK).

Jakarta, Nusantaratv.com - Kejaksaan diminta memproses kembali kasus penembakan hingga tewas pelaku pencurian sarang burung walet, yang melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Hal ini dilakukan guna memenuhi rasa keadilan keluarga korban.

Baca juga: Polri Bantah Sebut Motif Penyerangan Novel Dendam Pribadi 

"Meminta kepada kejaksaan segera melanjutkan kasus Novel Baswedan untuk secepatnya disidangkan, karena kasusnya telah dinyatakan sudah P21," ujar Koordinator Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) Sahroel, dalam keterangannya, Jumat (3/1/2020).

"Keluarga korban sudah bertahun-tahun mencari keadilan atas peristiwa ini, tetapi hingga kini tak kunjung mendapatkannya," imbuh dia.

Polisi sendiri sempat menyatakan berkas perkara tewasnya pencuri sarang burung walet yang menyeret Novel, lengkap. Kejaksaan juga menyatakan berkas perkara sudah P21, dan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, pada 29 Januari 2016 lalu.

Namun, jaksa penuntut umum (JPU) menarik kembali surat tuntutan pada 2 Februari 2016, dengan alasan hendak disempurnakan.

Belakangan, kejaksaan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B-03/N.7.10/Ep.1/02/2016. Tapi hasil sidang praperadilan memutuskan mencabut SKPP. Meski begitu, tak ada kelanjutan proses hukum dari kejaksaan setelah putusan.

Novel, kata Sahroel seperti kebal hukum, karena tak bisa diproses dalam kasus yang terjadi semasa ia menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu.

Lebih lanjut, bukan hanya Kejaksaan Agung, GMPK juga meminta Polri turun tangan dalam kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa ini.

"Mendesak aparat penegak hukum untuk segera menahan saudara Novel Baswedan. Kita minta Mabes Polri dan Kejagung RI untuk bersikap tegas dalam perkara kasus penganiayaan dan penembakan yang diduga dilakukan Novel," tandas Sahroel.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0