Dandhy Laksono, Sutradara Film Kontroversial Sexy Killer itu Ditangkap :: Nusantaratv.com

Dandhy Laksono, Sutradara Film Kontroversial Sexy Killer itu Ditangkap

Seorang wartawan dan pembuat film dokumenter Indonesia, Dandhy Laksono, ditahan oleh polisi pada Kamis (26/9/19) malam di tengah tindakan keras terhadap para aktivis yang bersimpati pada penentuan nasib untuk provinsi-provinsi paling timur di Papua dan Papua Barat.
Dandhy Laksono, Sutradara Film Kontroversial Sexy Killer itu Ditangkap
Dandhy Laksono (solo pos)

Jakarta, Nusantaratv.com - Seorang wartawan dan pembuat film dokumenter Indonesia, Dandhy Laksono, ditahan oleh polisi pada Kamis (26/9/19) malam di tengah tindakan keras terhadap para aktivis yang bersimpati pada penentuan nasib untuk provinsi-provinsi paling timur di Papua dan Papua Barat.

 Pengacara Dandhy, Alghiffari Aqsa mengatakan bahwa kliennya itu ditahan dan diinterogasi selama empat jam kemudian ditetapkan menjadi tersangka setelah memposting tweet pada 22 September tentang kekerasan di kota-kota Papua, Jayapura dan Wamena.

" Dia dituduh melanggar undang-undang ujaran kebencian melalui sosial media, "kata Aqsa. 

Baca Juga : Dua Pengungsi Rohingya Tewas Dalam Aksi Baku Tembak di Perbatasan Bangladesh

Melansir Reuters, 35 warga sipil dan seorang tentara tewas pada hari Senin di Jayapura dan Wamena, dalam eskalasi kekerasan yang telah mengguncang wilayah itu selama enam minggu terakhir. 

Dipicu oleh diskriminasi ras yang dirasakan, gelombang protes adalah kerusuhan sipil paling serius selama beberapa dekade di daerah yang merupakan rumah bagi populasi etnis Melanesia yang berbeda. 

 Protes meletus setelah sekelompok siswa Papua di Surabaya,  diejek dan diserang oleh gerombolan pelantun julukan rasial atas tuduhan bahwa para siswa telah menodai bendera nasional. 

Penangkapan Dandhy Laksono terjadi tiga minggu setelah pengacara hak asasi manusia dan aktivis Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi usai dirinya memposting di Twitter untuk mendukung protes warga Papua, mendorong kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk mengutuk tindakan polisi. 

"Dandhy hanya melakukan pelaporan dan komentarnya, menantang pandangan arus utama di Indonesia tentang Papua Barat," kata Andreas Harsono, seorang peneliti di Human Rights Watch. 

 Beberapa film Dandhy telah dianggap kritis terhadap pemerintah Indonesia. Yang terbaru adalah  Sexy killer, sebuah film dokumenter yang dirilis pada bulan April tentang perluasan tambang batubara di Kalimantan Timur di pulau Kalimantan. 

"Dia bekerja dengan prinsip-prinsip jurnalisme. Tuduhan terhadapnya - sama dengan Veronica - tidak berdasar karena tidak ada seruan untuk melakukan kekerasan."kata Harsono. 

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0