Baru 3 Hari Jadi Ketum PAN Lagi, Zulhas Sudah Diperiksa KPK :: Nusantaratv.com

Baru 3 Hari Jadi Ketum PAN Lagi, Zulhas Sudah Diperiksa KPK

Zulhas diperiksa terkait posisinya sebagai mantan Menteri Kehutanan
Baru 3 Hari Jadi Ketum PAN Lagi, Zulhas Sudah Diperiksa KPK
Zulkifli Hasan tengah berselfie.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2/2020). Zulhas diperiksa sebagai saksi alih fungsi hutan di Provinsi Riau.

Baca juga: Terpilih Jadi Ketum PAN Lagi, Zulhas Cetak Sejarah 

"(Yang digali soal) pengetahuan saksi terkait pengajuan perubahan fungsi atau peruntukan kawasan hutan Riau," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Mantan Menteri Kehutanan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PT Palma Satu. 

Kala tiba di Gedung Merah Putih KPK, Zulkifli tak menjawab pertanyaan wartawan ketika ditanya mengenai pemeriksaannya. Ia hanya melambai ke arah wartawan dan langsung masuk ke dalam gedung.

Selain menjerat PT Palma Satu sebagai tersangka, KPK juga menjerat Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 Suheri Terta serta Pemilik PT Duta Palma dan PT Darmex Group, Surya Damadi sebagai tersangka.

Penetapan tersangka hasil pengembangan yang dilakukan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 25 September 2014.

Kala itu KPK mengamankan uang total Rp 2 miliar dalam pecahan dollar Amerika Serikat dan rupiah.

KPK ketika itu menjerat mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, serta Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung yang keduanya telah divonis bersalah. 

Surya diduga menawarkan Annas Maamun fee sejumlah Rp 8 miliar melalui Gulat, jika areal perkebunan perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri Kehutanan tentang perubahan kawasan hutan jadi bukan kawasan hutan.

Annas lalu memerintahkan bawahannya di Dinas Kehutanan memasukan lahan atau kawasan perkebunan yang diajukan Suheri dan Surya dalam peta lampiran surat gubernur.

Suheri lalu diduga menyerahkan uang dollar Singapura senilai Rp 3 miliar melalui Gulat ke Annas Maamun. Uang itu disinyalir terkait dalam kepentingan PT Palma Satu.

Perusahaan tersebut tergabung dalam Duta Palma Group yang mayoritas sahamnya dimiliki Darmex Agro.

"SUD (Surya) diduga beneficial owner Darmex Agro dan Duta Palma Group. SRT (Suheri) merupakan komisaris PT Darmex Agro dan orang kepercayaan SUD," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin (29/4/2019). 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0