Wabah Corona RI Kian Memburuk, UTA '45: Waktunya Bergandengan Tangan :: Nusantaratv.com

Wabah Corona RI Kian Memburuk, UTA '45: Waktunya Bergandengan Tangan

Rudyono mengajak seluruh anak bangsa untuk tak saling menyalahkan di tengah kondisi seperti sekarang
Wabah Corona RI Kian Memburuk, UTA '45: Waktunya Bergandengan Tangan
Rudyono Darsono.

Jakarta, Nusantaratv.com - Wabah virus corona di Indonesia terus meluas. Jumlah orang yang terjangkit dan meninggal dunia akibat virus yang memiliki nama lain covid-19 itu, terus bertambah.

Baca juga: Per 21 Maret 2020, 38 Pasien Positif Corona Meninggal 

Menyikapi kondisi ini, seluruh pihak diharapkan bahu-membahu mengatasi corona di Tanah Air. Tak perlu lagi saling menyalahkan dalam penanganan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut. 

"Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan dan buat isu mengenai virus corona, waktunya bergandengan tangan untuk Indonesia yang satu," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta, Rudyono Darsono, Sabtu (21/3/2020). 

Rudyono mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk fokus mengatasi corona hingga tuntas dan tak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. 

"Upaya pencegahan atas penyebaran coronavirus yang begitu masif dan sangat cepat, sebenarnya dapat diantisipasi dengan cepat pula, walaupun sangat tidak mudah. Tantangan utama kita adalah disiplin, SDM (sumber daya manusia) dan lagi-lagi masalah kesejahteraan atau kesenjangan sosial masyarakat yang cukup tinggi," kata dia. 

Menurut Rudyono, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi corona. Pertama ialah dengan menjalankan prosedur pencegahan dan pelacakan suspect corona secara baik dan benar. Dibutuhkan kesiapan SDM dan ketegasan pemerintah dalam menjalankan upaya ini. 

"Lalu keberanian untuk melakukan lockdown  secara total. Pastinya dengan melakukan edukasi sistem dan sosialisasi yang baik sebelumnya, agar kedisiplinan masyarakat dapat terjaga," tuturnya. 

Guna mendukung kebijakan ini, stok kebutuhan bahan pokok harus dipastikan aman, setidaknya selama tiga bulan ke depan. Lalu kesiapan dalam bidang perekonomian. 

"Shut down atau pembatasan total perekonomian dan perdagangan yang membutuhkan interaksi tinggi dan menjalankan sosial distance dengan ketat," jelasnya. 

Guna menopang seluruh kebijakan tersebut, pemerintah harus siap dalam memberikan stimulus ekonomi dan sosial yang cukup, selama masa dan sesudah lockdown serta shut down. 

"Kami yakin, dalam waktu lebih kurang tiga bulan, wabah akan jauh berkurang dan negara sudah dapat membuka kembali kehidupannya secara normal," tandasnya. 

Hingga Sabtu (21/3/2020), jumlah pasien corona di Indonesia mencapai 450 orang. Sebanyak 38 meninggal dunia dan 20 pasien dinyatakan sembuh.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0