Virus Corona Mewabah, Proyek Kereta Cepat Bareng China Tetap Lanjut :: Nusantaratv.com

Virus Corona Mewabah, Proyek Kereta Cepat Bareng China Tetap Lanjut

Tenaga kerja asal China yang mengerjakan proyek itu bukan berasal dari Wuhan
Virus Corona Mewabah, Proyek Kereta Cepat Bareng China Tetap Lanjut
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (FIN)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah memutuskan menyetop penerbangan dari dan ke China. Upaya ini sebagai tindak lanjut mewabahnya virus mematikan corona, di Negeri Tirai Bambu. 

Baca juga: China Kecewa Keputusan RI Sikapi Corona, Jokowi: Kepentingan Nasional Nomor Satu 

Meski begitu, kerja sama dengan China dalam membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), dipastikan tak terganggu. Kendati investasi dan sebagian tenaga kerja proyek itu ditopang oleh China. 

Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Zulfikri memastikan pengerjaan proyek KCJB sejauh ini masih berjalan normal. 

"Semuanya berjalan normal. Hingga akhir tahun lalu (progres) mencapai sekitar 40 persen dan saat ini sekitar 43 persen. Kita berharap berjalan terus sesuai rencana," ujar Zulfikri, Rabu (5/2/2020).

Meski begitu, semenjak virus corona merebak, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memberlakukan prosedur pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan dan seluruh kontraktor KCJB.

Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Deni Yusdiaana menjelaskan, prosedur pemeriksaan kesehatan berlaku untuk karyawan, keluarga, dan tamu yang baru tiba dari perjalanan, termasuk transit dari luar negeri, yang mengunjungi proyek KCJB.

"Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta dan Bandung dengan pola standar yang diberlakukan untuk menangani penyakit menular," tuturnya.

Pemeriksaan kesehatan, menurut dia juga sesungguhnya telah dilakukan PT KCIC jauh sebelum virus corona mewabah. Upaya ini dilakukan guna menjaga lingkungan kerja proyek KCJB tetap sehat.

Sementara, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta memastikan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di proyek KCIC bukan berasal dari Wuhan, wilayah yang disebut asal virus corona. Mereka kelahiran dari Sichuan, Anhui, Shandong, Xianglong, dan Yangsi. Di Purwakarta, tercatat 236 orang tenaga kerja asing asal China yang bekerja membangun KCJB melalui PT Sinohydro.

"Jadi, sampai sekarang saya belum melihat ada kondisi-kondisi yang mengkhawatirkan untuk wilayah Purwakarta. Saya membaca informasi pun sampai saat ini belum ditemukan yang suspek atau terkena virus corona," Kepala Disnakertrans Purwakarta, Titov Firman. 

Sebagai antisipasi, Disnakertrans akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau para TKA. "Menjadi tugas bersama untuk memantau kondisi yang tak hanya dari PT Sinohydro melainkan juga tenaga asing dari China," tandasnya. (Bisnis)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0