Terdapat Patahan Baru, Waspada Potensi Gempa di Maluku :: Nusantaratv.com

Terdapat Patahan Baru, Waspada Potensi Gempa di Maluku

Patahan Baru Ini Membuat Maluku Menjadi Salah Satu Daerah yang Berpotensi di Guncang Gempa di Masa Mendatang.
Terdapat Patahan Baru, Waspada Potensi Gempa di Maluku
Ilustrasi gempa. (Ayo Semarang)

Jakarta, Nusantaratv.com - Tim peneliti dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan ITB (Institut Teknologi Bandung) menemukan patahan baru pasca gempa yang menerjang Maluku pada September 2019.

Patahan baru ini membuat Maluku menjadi salah satu daerah yang berpotensi di guncang gempa di masa mendatang. Tim peneliti yang melakukan observasi pada Oktober hingga Desember 2019 itu, menemukan terusan baru yang memanjang dari Kairatu hingga selat antar Pulau Ambon.

Dimana terusan ini baru saja terdeteksi setelah gempa magnitudo 6,5 mengguncang pada September 2019. Dengan temuan patahan baru ini, warga diminta untuk waspada mengingat potensi gempa di Maluku kemungkinan akan terjadi di masa mendatang.

Baca Juga: Gempa Magnituso 6,3 di Bangkalan Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali

Sementara itu, Andi Azhar Rusdin, Kasi Data dan Informasi BMKG Stageo Ambon, mengatakan patahan baru ini bisa menambah pengetahuan tentang keberadaan di zona yang aktif. Dengan demikian, ungkap Andi, bisa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi yang suatu saat bakal terulang lagi.

"Karena karakteristik gempa bumi itu peristiwanya bisa terulang lagi, entah itu 20 tahun yang akan datang, atau 10 tahun yang akan datang, namun kita belum dapat memastikan secara pasti," ujar Andi, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, lanjut Andi, dengan mengetahui adanya patahan-patahan ini mungkin bisa sebagai masukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal penataan bangunan maupun penataan ruang ke depannya.

"Bisa juga mengclusterkan jumlah penduduk yang berada di zona-zona sesar aktif ini, dan bagaimana tindakannya ke depan, seperti membangun atau memfasilitasi bangunan tahan gempa atau merelokasi masyarakat di jalur patahan tersebut," tukas Andi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0