Tak Hanya PIN, Ini Data yang Harus Dirahasiakan untuk Cegah Modus Penipuan :: Nusantaratv.com

Tak Hanya PIN, Ini Data yang Harus Dirahasiakan untuk Cegah Modus Penipuan

Penipuan Dengan Nomor Telepon yang Mirip Call Center Institusi Perbankan.
Tak Hanya PIN, Ini Data yang Harus Dirahasiakan untuk Cegah Modus Penipuan
Tak hanya PIN yang harus dirahasiakan dalam mencegah modus penipuan. (Dok. Humas Kominfo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M. Ramli, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi. Hal itu lantaran masih banyak masyarakat yang tidak paham akan data-data pribadi yang harus dirahasiakan.

Saat ini orang cenderung seolah-olah yang harus dirahasiakan hanya PIN (personal identification number). Padahal data perbankan dari mulai OTP (one time password), CVV (tiga kode khusus di belakang kartu kredit), hingga nama ibu kandung dan nomor seluler kita pun harus dirahasiakan. Jangan sekali-kali bocorkan ini - ujar Ramli, dilansir laman Kominfo, Rabu (27/11/2019).

Dia menyampaikan itu dalam Disksusi Publik 'New Cyber Crime Business Model dan Kejahatan melalui Sarana Telekomunikasi', di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Senin (25/11/2019). Menurutnya, kesadaran menjaga data pribadi ini sangat dibutuhkan, terlebih adanya pergeseran dalam modus penipuan saat ini.

Baca Juga: Ini Cara Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Rp32 Miliar

Undian berhadiah, jual barang murah, modus peminjaman uang, ini modus-modus lama. Yang baru dan agak lebih trend adalah modus penipuan melalui akun Whatsapp. Misalnya ganti nomor, tapi WA masih terpasang pada nomor yang sudah kita tidak pakai. Ketika nomor itu diaktifkan oleh orang lain, orang tersebut menginstall WA, maka otomatis orang seolah-olah memiliki nomor WA yang saudara punya - tambah Ramli.

Sedangkan modus baru lainnya adalah penipuan dengan nomor telepon yang mirip dengan call center institusi perbankan tertentu.

Misalnya, nomor call centra BCA ini kan 1500 888. Orang tersebut juga membuat nomor yang sama tetapi di depannya +1622. Ada yang  +16 1500 888 kemudian dia akan meng-hack - cetusnya.

Baca Juga: Polres Depok Bongkar Order Fiktif Go-Food Capai Ratusan Juta, Begini Kronologinya

Guna mengatasi hal ini, Ramli membagikan beberapa tips aman menggunakan media sosial (medsos). Salah satunya dengan pengaturan privasi dan status pribadi.

Ada pengaturan privacy yang Anda harus jaga betul, mengontrol pembaharuan status, memblokir pengguna  tidak diinginkan dan menghapus percakapan dan menduplikasi yang dua langkah - tukas Ramli.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0