Sinergi Mendagri dan Menkeu, Bakal Pantau Realisasi Anggaran Tiap Daerah Per Bulan :: Nusantaratv.com

Sinergi Mendagri dan Menkeu, Bakal Pantau Realisasi Anggaran Tiap Daerah Per Bulan

Mendagri dan Menkeu Akan Melakukan Monitoring per Bulan Guna Melihat Realisasi Anggaran di Daerah.
Sinergi Mendagri dan Menkeu, Bakal Pantau Realisasi Anggaran Tiap Daerah Per Bulan
Mendagri M. Tito Karnavian. (Jay/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) akan terus melakukan monitoring atau pemantauan per bulan untuk melihat realisasi anggaran di daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. 

Hal itu disampaikan Mendagri Muhammad Tito Karnavian usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

"Sekali lagi teman-teman kepala daerah, tolong betul-betul untuk segera dibelanjakan agar uang beredar, sehingga daya tahan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akan kuat," ujar Mendagri Tito Karnavian, dilansir dari laman setkab.go.id, Rabu (26/2/2020). 

Dikatakannya, dana desa agar segera dibelanjakan sesuai dengan aturan yang ada dan sesuai dengan arahan yang sudah diberikan ke semua provinsi oleh tim gabungan Kemendagri, Kemenkeu, serta Kementerian Desa PDTT. 

Penegasan mengenai belanja kementerian/lembaga dan daerah termasuk dana desa tersebut, ungkap menteri kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu, merupakan salah satu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperkuat daya tahan menghadapi tekanan ekonomi dunia yang saat ini terjadi terutama sebagai dampak dari Corona Virus. 

Baca Juga: Kartu Prakerja Segera Diluncurkan di 3 Provinsi, Mana Saja?

"Saat ini kami sedang melaksanakan roadshow ke semua provinsi dengan mengumpulkan seluruh kepala desa lebih dari 70.000. Ada tim gabungan dari Kemendagri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi," lanjutnya. 

Tim gabungan tersebut, menurut Tito, menjelaskan mengenai skema transfer langsung yang sudah dilaksanakan Menkeu dan kemudian bagaimana pembinaan, penggunaan, dan pengawasan anggarannya. 

"Saat ini per tanggal 19 Februari sudah tertransfer ke desa-desa itu lebih kurang Rp1,3 triliun, dan ini 4 kali lipat dibanding periode yang sama dua bulan di tahun 2019," tambahnya. 

Jadi, sambung Tito, empat kali peningkatannya lebih cepat dan juga meliputi desa yang jumlahnya hampir tiga kali lebih banyak dibanding periode sebelumnya. 

Untuk itu, dia kembali mengimbau surat edaran sudah disampaikan, kemudian dalam rapat di setiap provinsi juga sudah ditegaskan kepada kepala daerah untuk menggunakan anggaran-anggaran yang ada di daerah  melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). 

"Transfer pusat itu jumlahnya lebih kurang Rp856 triliun plus Rp200-an triliun lebih dari PAD. Artinya di daerah itu ada anggaran di atas Rp1.100 triliun," terang menteri berusia 55 tahun itu.

Mendagri Tito Karnavian kembali mengingatkan arahan Presiden Jokowi untuk segera membelanjakan terutama belanja barang, belanja modal, tentunya sesuai dengan aturan dan jangan sampai tersimpan di bank. 

"Karena, nanti Bu Menkeu bisa menjelaskan temuan-temuan tahun sebelumnya ada beberapa daerah yang uangnya disimpan di bank, tidak beredar di masyarakat, mengharapkan depositonya," tuturnya.

Di akhir keterangannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan kejadian seperti ini tidak boleh terjadi karena pembelanjaan yang dilakukan untuk memicu dan menstimulasi terjadinya perederan uang. "Ini sekaligus pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah-daerah," tukas mantan Kapolri itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0