Segalanya Telah Diraih Otto Hasibuan, Cuma Ini yang Belum... :: Nusantaratv.com

Segalanya Telah Diraih Otto Hasibuan, Cuma Ini yang Belum...

Otto mengaku masih ingin mengabdi bagi Peradi dan kemajuan advokat Indonesia
Segalanya Telah Diraih Otto Hasibuan, Cuma Ini yang Belum...
Otto Hasibuan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Di usia 64 tahun, semua telah didapat Otto Hasibuan. Harta, nama besar, keluarga yang harmonis dan segala hal lain yang diimpikan orang banyak, telah ia raih. 

Namun bagi Otto hal itu tak cukup. Ia masih ingin mengabdi, khususnya bagi organisasi advokat di mana ia bernaung dan besarkan, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). 

Baca juga: 'Cinta Mati 'Peradi, Otto Hasibuan Tolak Jadi Dubes RI

Meski telah memimpin dua periode atau selama 10 tahun, Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi ini merasa perlu tetap ambil bagian di organisasi tersebut. 

Apalagi sejumlah persoalan tengah dihadapi Peradi, seperti persoalan pecahnya organisasi, sampai dianggap menurunnya kualitas advokat Indonesia. 

Otto mengaku gelisah dengan keadaan ini. 
"Saya sangat prihatin, sedih dan tidak bahagia dengan perkembangan advokat di negeri kita sekarang ini," ujar Otto beberapa waktu lalu. 

Advokat atau pengacara zaman sekarang dinilai kurang berkualitas. Kondisi ini menurutnya merupakan dampak Surat Mahkamah Agung (MA) Nomor 73 Tahun 2015 tentang penyumpahan advokat.

Melalui surat itu, organisasi profesi advokat yang tadinya hanya satu, yang disebut single bar, kini menjadi banyak atau multi bar. 

Parahnya, kata Otto mereka dengan mudahnya bisa melakukan perekrutan advokat, melakukan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan setelahnya mengajukan mereka ke pengadilan tinggi untuk disumpah sebagai advokat. Sistem ini yang dipandang merusak standar mutu advokat Tanah Air. 

"Bayangkan, Anda bisa dirikan organisasi 2-3 orang kemudian Anda bisa menarik uang dari orang terus mengajukan ke pengadilan tinggi untuk disumpah lalu besoknya jadi advokat. Itu yang terjadi sekarang," imbuh Otto. 

Padahal, menurut dia advokat ialah primus inter pares, atau sosok yang terbaik dari yang terbaik. Sebab advokat berperan sebagai penyeimbang hukum, menghadapi jaksa yang mewakili negara/pemerintah, dalam menuntut seseorang. 

Namun, gelar ini kata Otto dicederai dengan Surat MA Nomor 73 yang ditandatangani Hatta Ali tersebut. 

Otto pun gerah dengan kondisi tersebut. Hidupnya merasa 'tak tenang' sampai sekarang.

Ia berharap Peradi senantiasa menjadi garda depan penolak surat itu. Dirinya bahkan memberi sinyal siap memimpin kembali organisasi yang didirikan 7 April 2005 tersebut, untuk melawan upaya yang dianggap justru merusak kompetensi salah satu penegak hukum tersebut. 

Ayah empat anak ini mengaku, cukup banyak pengurus daerah yang memintanya 'turun gunung'. 

"Seorang pemimpin itu meski usianya sudah lanjut, tetapi kalau rakyat membutuhkannya untuk kepentingan negara, maka dia wajib mau untuk berbakti," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0