Rapid Test Corona Massal Digelar, Sondang Tampubolon: Terima Kasih Presiden :: Nusantaratv.com

Rapid Test Corona Massal Digelar, Sondang Tampubolon: Terima Kasih Presiden

Ia berharap orang-orang yang positif corona bisa diisolasi
Rapid Test Corona Massal Digelar, Sondang Tampubolon: Terima Kasih Presiden
Sondang Tampubolon (kiri). (Wira Ginting)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tes virus corona massal dilakukan. Caranya dengan mendatangkan alat rapid test atau tes cepat dari China.

Baca juga: Jokowi: Rapid Test Mulai Dilaksanakan di Jaksel

Wilayah yang pertama kali dilakukan tes ini ialah Jakarta Selatan. Kawasan tersebut dianggap paling banyak terdapat warga yang kontak dengan orang yang positif corona.

Upaya mantan Wali Kota Solo diapresiasi DPR.

"Terkait Presiden yang akan melakukan pengecekan secara massal terhadap masyarakat, kami sangat berterima kasih. Karena sebelumnya kami di DPR sudah menyatakan segera didatangkan. Sudah sampai alat tes tersebut," ujar anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sondang Tiar Debora Tampubolon, Sabtu (21/3/2020).

Pihaknya berharap agar orang-orang yang dinyatakan positif covid-19 setelah dilakukan pengujian, diisolasi. Sehingga mencegah penyebaran corona semakin meluas.

"Dan kita harapkan nanti yang positif mengisolasi diri dan yang negatif nanti bisa melakukan aktivitas ekonomi seperti biasa," kata dia.

Jokowi sebelumnya meminta disegerakannya rapid test corona. Upaya ini guna mendeteksi secara cepat orang yang terinfeksi virus tersebut.

"Saya minta rapid test terus diperbanyak dan juga diperbanyak di tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan rumah sakit baik pemerintah, milik BUMN, pemerintah daerah, rumah sakit milik TNI, Polri, dan swasta yang mendapatkan rekomendasi Kementerian Kesehatan," ujar Jokowi, Kamis (19/3/2002).

Sementara, juru bicara pemerintah dalam penanganan corona, Achmad Yurianto memaparkan rapid test merupakan pemeriksaan spesimen pasien yang diduga tertular corona, bukan menggunakan metode swab (mengambil cairan) tenggorokan, tapi dengan sampel darah.

Cara ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya tak membutuhkan sarana prasarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level II. Metode ini juga hasilnya lebih cepat diketahui.

"Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia," tandas Yurianto.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0