Puncaknya Maret, Peneliti ITB Prediksi Corona di RI Berakhir April :: Nusantaratv.com

Puncaknya Maret, Peneliti ITB Prediksi Corona di RI Berakhir April

Prediksi ini hasil simulasi menggunakan model kasus yang terjadi di Korea Selatan
Puncaknya Maret, Peneliti ITB Prediksi Corona di RI Berakhir April
Mahasiswa ITB. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wabah virus corona di Indonesia diperkirakan berakhir pada bulan April 2020 mendatang. Puncaknya berlangsung pada akhir Maret.

Baca juga: Tertular Ayahnya, Mahasiswa IPB Positif Corona 

Jumlah orang yang terjangkit virus yang memiliki nama lain covid-19 ini, puncaknya diperkirakan mencapai 60 kali lebih banyak dari yang ada sekarang.

Prediksi ini hasil simulasi peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tim peneliti matematika epidemiologi dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (PPMS) ITB yakni Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri, membuat simulasi penyebaran corona di Tanah Air, memakai model penyebaran wabah seperti di Korea Selatan dengan Kurva Richard.

Model Korea Selatan digunakan, karena dianggap paling mirip dengan pola penyebaran Indonesia hingga Sabtu (14/3/2020).

"Oleh sebab itu parameter yang dimasukkan ke rumus akhir pakai yang Korea Selatan," ujar Nuning, Selasa (17/3/2020).

Jumlah orang terjangkit corona di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 8 ribu, dengan kasus baru terbanyak sekitar 600 orang.

Walau begitu, tim PPMS ITB mengingatkan penderita corona di Indonesia bisa membengkak sampai jutaan orang. Kondisi ini bisa terjadi apabila langkah pencegahan  yang dilakukan Korea Selatan, tak ditiru Indonesia.

"Bisa dibayangkan bila langkah pencegahan ini tidak dilakukan secara serius," kata tim PPMS ITB.

Meski begitu, tim peneliti mengakui pendekatan model ini masih sederhana serta belum sempurna. Tapi, pada dasarnya semua model menunjukkan pesan bahwa kasus yang terjadi bisa saja lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan.

Sehingga, pemerintah Indonesia diminta mulai mengurangi dampak dari penyebaran corona. Indonesia kata mereka bisa mencontoh beberapa negara yang telah berhasil menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

"Yang terbaik adalah Taiwan, yang sangat terkoneksi dengan Tiongkok," ucap tim PPMS ITB.

Tim juga menyarankan masyarakat untuk bisa menjaga jarak sosial atau social distancing. Karena upaya itu diyakini bisa mencegah penyebaran corona.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai panduan yang diberikan otoritas kesehatan.

"Ini harus dilakukan secara disiplin," tandas tim.

Diketahui, orang yang terjangkit corona di Indonesia kembali bertambah jumlahnya. Hingga Selasa (17/3/2020) sore, pasien positif corona menjadi 172 orang. Pasien yang sembuh dari virus tersebut juga bertambah satu orang menjadi 9. Sementara pasien meninggal dunia masih sama yakni 5 orang. (Katadata)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0