Presiden Jokowi Serahkan 2.500 Sertifikat Hak Atas Tanah untuk Rakyat di Labuan Bajo :: Nusantaratv.com

Presiden Jokowi Serahkan 2.500 Sertifikat Hak Atas Tanah untuk Rakyat di Labuan Bajo

Presiden Jokowi Menjelaskan di Seluruh Indonesia Seharusnya Ada 126 Juta Bidang Tanah yang Bersertifikat.
Presiden Jokowi Serahkan 2.500 Sertifikat Hak Atas Tanah untuk Rakyat di Labuan Bajo
Presiden Jokowi menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Labuan Bajo, NTT. (Anggun/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat dalam kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/1/2020) pagi. 

Pada acara yang digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kepala Negara secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 orang perwakilan penerima. 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menjelaskan di seluruh Indonesia seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang bersertifikat. Tetapi hingga 2015, menurut Presiden Jokowi, baru 46 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat. 

"Yang belum 80 juta sertifikat (tanah) yang harus sudah dipegang (masyarakat), artinya punya tanah tapi nggak pegang sertifikat, kemudian tumpang tindih, akhirnya sengketa di mana-mana," ujar Presiden RI ke-7 itu, dikutip dari laman Setkab.go.id, Selasa (21/1/2020). 

Dengan begitu, ujar mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu, dirinya segera memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat melalui Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

Baca Juga: Jokowi Resmikan Hotel Inaya Bay dan Kawasan Marina Labuan Bajo

"Setelah saya perintah (penerbitan) 5 juta (sertifikat), 2017 rampung 5,4 (juta), 2018 7 juta saya perintah, rampung juga, malah melebih 9 juta, 2019 9 juta rampung," lanjutnya.

Dengan adanya percepatan penerbitan sertifikat ini, diyakini Presiden Jokowi, sengketa lahan dan lahan yang kerap terjadi di masyarakat akan menjadi berkurang.

"Ini adalah tanda bukti hukum hak atas tanah yang kita miliki," tambahnya. 

Dalam sambutannya, pria kelahiran Surakarta, Jateng, 58 tahun silam itu, juga berpesan kepada penerima sertifikat untuk menjaga sertifikat yang dimiliki dengan baik, dengan cara memberi plastik, memfotokopi, dan menyimpan di tempat yang aman. 

"(Sertifikat) yang asli taruh di lemari satu, yang fotokopi taruh lemari yang 2, kalau yang asli hilang masih ada fotokopinya, ngurusnya mudah ke BPN karena ada fotokopinya," jelasnya. 

Ayah tiga anak itu menambahkan jika pemegang sertifikat ingin menjadikan sertifikatnya sebagai agunan ke bank, maka harus dikalkulasi terlebih dahulu. 

"Saya titip kalau mau pinjam uang ke bank hati-hati, dihitung, dikalkulasi dulu, jangan sampai sertifikat jadi, pinjam ke bank, enggak bisa mengembalikan, sertifikatnya hilang," tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0