Pindah Ibu Kota, Pemerintah Siapkan Konsep Desain dalam 18 Bulan :: Nusantaratv.com

Pindah Ibu Kota, Pemerintah Siapkan Konsep Desain dalam 18 Bulan

Untuk lahan yang diperlukan bagi pembangunan ibu kota ini seluas 180 ribu hektare, tapi pada tahap awal akan di bangun di lahan seluas 40 ribu hektar.
Pindah Ibu Kota, Pemerintah Siapkan Konsep Desain dalam 18 Bulan
Konsep desain ibu kota di Kalimantan Timur. (istimewa)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah bakal menyiapkan konsep desain ibu kota yang mencerminkan kota cerdas, modern dan bertaraf internasional dalam satu setengah tahun (18 bulan).

"Kita ingin mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional menjadikam ikon urban desain sebagai representasi kemajuan bangsa yang unggul," ujar Basuki Hadimuljono, di Yogyakarta, dikutip situs resmi UGM, Rabu (28/8/2019).

Baca: Pindah Ibu Kota, ASN Terikat Kontrak dengan Negara dan Harus Siap Ditugaskan Dimana Saja

Basuki memberikan kuliah umum di hadapan 471 mahasiswa baru program pascasarjana Fakultas Teknik UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta, di Grha Sabha Pramana.

Pihaknya, ungkap Basuki, tengah menyiapkan desain kawasan, konsep tata ruang dan tata banguan dan lingkungan, yang dimulai pada tahun ini hingga 2020. "Kita akan menentukan dimana letak istananya, kantornya, perumahan, dan lokasi komersialnya," sambungnya.

Diungkapkannya, tahap selanjutnya segera dibangun prasarana dasar guna membuka akses menuju lokasi ibu kota. "Kemudian kita bangun waduk untuk pasokan air bersih dan sarana transportasi dari kereta api dan listriknya. Selanjutnya perumahan dan perkantoran," tambah menteri kelahiran Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), 5 November 1954 itu.

Pembangunan sarana dasar berupa jalan ini ditargetkan akan dimulai pada pertengahan tahun depan. Bila selesai dibangun, maka akan diikuti dengan pembangunan perkantoran dan perumahan dan proses pemindahan sudah bisa dilakukan mulai 2023.

Baca: Ini Tantangan yang Dihadapi Saat Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur

"Pemindahan akan bertahap, mulai kantor utama PU dulu, kantor keuangan, kantor Presiden dan itu bertahap," cetusnya.

Sementara itu, untuk lahan yang diperlukan bagi pembangunan ibu kota ini seluas 180 ribu hektare, tapi pada tahap awal akan di bangun di lahan seluas 40 ribu hektar. "Bangunan utamanya di lahan seluas 40 ribu hektar," tuturnya.

Dia menjamin proses pembangunan ibu kota baru ini tidak akan merusak lingkungan. Pihaknya bahkan akan menghijaukan kembali daerah bekas sawit dan batu bara yang ada di sekitar ibu kota baru tersebut. 

"Konsepnya A City in The Forest, hutan Suharto banyak bekas ilegal sawit akan dihutankan lagi," tambah Basuki.

Basuki memperkirakan jumlah penduduk di ibu kota yang baru berkisar 1,5 juta jiwa karena berasal dari tambahan 800 ribu ASN (aparatur sipil negara) yang akan dipindahkan. Ibu kota negara, kata basuki, hanya menjadi pusat pemerintahan, dan bukan kota bisnis dan perdagangan.

Sedangkan proses pemindahan ibu kota ini, menurut Basuki, sudah dilakukan dengan kajian mendalam agar pemindahan ini tidak menjadi sia-sia. Pemerintah bahkan juga sudah mengkaji pengalaman 78 proses pemindahan ibu kota negara di seluruh dunia.

"Canberra, Putrajaya dan Brasilia sebagai contoh, kita tidak ingin seperti itu," tukas menteri berusia 64 tahun itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0