Petugas Bus Shalawat Diminta Jaga Kesehatan, KJRI: Kalau Sakit Bagaimana Beri Layanan ke Jamaah Haji :: Nusantaratv.com

Petugas Bus Shalawat Diminta Jaga Kesehatan, KJRI: Kalau Sakit Bagaimana Beri Layanan ke Jamaah Haji

Bus shalawat yang melayani jamaah haji akan segera beroperasi
Petugas Bus Shalawat Diminta Jaga Kesehatan, KJRI: Kalau Sakit Bagaimana Beri Layanan ke Jamaah Haji
Bus shalawat segera beroperasi. (Dok Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bus shalawat (Shalat Lima Waktu) yang akan melayani jamaah haji Indonesia di Makkah akan segera beroperasi.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440H atau 2019 menurunkan sekitar 200-an personel petugas untuk memberikan pelayanan bus shalawat ini.

Hery Saripudin, Konsulat Jenderal Republik Indonesia  (KJRI) untuk Arab Saudi, mengingatkan para petugas ini untuk dapat menjaga kesehatan diri.

Hal itu disampaikan Hery saat memberikan arahan usai melakukan simulasi bus shalawat, di terminal Syib Amir, Makkah.

"Saya ingin mengingatkan Bapak-bapak agar tetap sehat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya istirahat, ya istirahat. Atur di tim masing-masing. Karena kalau Bapak-bapak sakit, bagaimana Bapak akan memberikan pelayanan optimal bagi jamaah haji kita?" ujar Hery.

Bukan tanpa alasan Hery berpesan demikian. Sebab, sekitar 200-an petugas transportasi ini akan bertugas di tiga terminal yang disiapkan sebagai tempat perhentian bus shalawat. Namun, jangan membayangkan bentuk terminal yang ada serupa dengan terminal bus di Indonesia.

Tak ada bentuk halte panjang berderet, apalagi gedung bertingkat dengan fasilitas food court. Tiga terminal yang disediakan, yakni Syib Amir, Bab Ali, maupun Jiad, hanya berupa sebuah lapangan terbuka beralas aspal dan beratap langit.

Tak ada papan nama yang menunjukkan itu terminal. Penandanya hanya sepasang bendera negara Indonesia dan Arab Saudi yang dipasang berjejer di satu titik.

Begitu juga di halte-halte yang ada di sepanjang jalur rute bus shalawat. Padahal, suhu di Makkah saat ini berkisar antara 39-43 derajat celcius. Tentu ini memerlukan stamina yang baik dari para petugas.

Sementara itu, Asep Subhana, Kabid Transportasi PPIH menyampaikan hal serupa. Ia meminta para petugas memperhatikan cairan tubuh yang masuk untuk memastikan mereka tidak mengalami dehidrasi ketika bekerja di bawah terik matahari.

Para petugas juga harus melengkapi dirinya dengan alat perlindungan diri seperti kacamata hitam, topi, dan penyemprot wajah.

"Pada masing-masing halte nanti ada dua petugas, yang dibagi dalam dua shift. Jadi setiap petugas melayani 12 jam dan total pelayanan selama 24 jam," cetus Asep.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0