Pers Berkualitas, Harus Bisa Jadi Penghangat dan Peredam Pilkada Serentak :: Nusantaratv.com

Pers Berkualitas, Harus Bisa Jadi Penghangat dan Peredam Pilkada Serentak

Pers Indonesia Bisa Menjadi Peredam Sekaligus Penghangat Pilkada Serentak Pada 2020.
Pers Berkualitas, Harus Bisa Jadi Penghangat dan Peredam Pilkada Serentak
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh. (Dok. Humas Kominfo)

Banjarmasin, Nusantaratv.com - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh berharap pers Indonesia bisa menjadi peredam sekaligus penghangat Pilkada serentak pada 2020 ini.

Peran itu merupakan karakteristik pers berkualitas yang menjadi agen penyampaian informasi serta wadah adu gagasan dari setiap calon kepala daerah untuk disampaikan kepada masyarakat.

"Sebaiknya pers tidak memberikan informasi yang men-down grade calon kepala daerah atau menjelek-jelekan yang bukan didukungnya. Kalau itu terjadi akan terjadi potensi perpecahan di masyarakat dan menimbulkan keretakan sosial," ujar Nuh pada seminar Media Berkualitas untuk Pilkada Damai, di Banjarmasin, Jumat (7/2/2020).

Dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 itu, Ketua Dewan Pers itu menyebut kualitas pers akan ditunjukkan dengan keseimbangan dalam menjalankan peran sebagai penghangat dan memberikan rasa adem kegiatan sosial politik. 

Baca Juga: Demi Citra 'Gubernur Santun', Anies Dianggap Biarkan Ketidakberesan Kerja Bawahan

"Tidak bagus juga jika kegiatan Pilkada berlangsung adem ayem. Pers harus bisa menghangatkan suasana supaya menimbulkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Tapi di sisi lain juga harus bisa memberikan rasa adem pada masyarakat bukan memanas-manasi situasi yang bisa menimbulkan perpecahan," tambah mantan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia (2009-2014) itu.

Dalam konteks sosial politik, menurut pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur (Jatim), 60 tahun silam itu, Pilkada merupakan proses seleksi politik mendapatkan pemimpin terbaik. Untuk itu, Nuh meminta pers memelihara sikap independensinya, di tengah godaan partisanship di Pilkada. 

"Prinsip-prinsip independensi yang berkualitas dan objektivitas itu adalah roh dan kekuatan dari jurnalistik," tukas Nuh.

Pada 23 September 2020 mendatang Pilkada serentak akan memilih 270 daerah Indonesia, memilih walikota, bupati dan gubernur.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0