Perkembangan Bencana Kekeringan di Beberapa Wilayah Indonesia :: Nusantaratv.com

Perkembangan Bencana Kekeringan di Beberapa Wilayah Indonesia

Solusi Jangka Pendek yang Dilakukan Pemda Adalah Melakukan Distribusi Air.
Perkembangan Bencana Kekeringan di Beberapa Wilayah Indonesia
Ilustrasi kekeringan. (Beritagar)

Jakarta, Nusantaratv.com - Berdasarkan data BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), masih ada beberapa daerah yang belum turun hujan. Salah satunya wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor. 

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP).

Pemerintah Kabupaten TTU mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan. Biasanya pada November sudah turun hujan, sejak Mei sampai dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering - ujar Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/11/2019).

Selama ini, ungkap Agus, BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per Desa di 20 Desa yang mengalami kekeringan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Kirim Bantuan Air Bersih di Kawasan Gunung Kidul

Berdasarkan keterangan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) TTU terdapat 99 Desa di 21 Kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.

TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp925.000.000 untuk mengatasi kekeringan. Terdapat 60 Desa di 15 Kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada - tambah Agus.

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini atau Jumat (22/11/2019), berikut ini adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan November 2019:

1. 99 Desa di 21 Kecamatan di TTU, NTT

2. 60 Desa di 15 Kecamatan di Alor, NTT

3. 27 desa 8 Kecamatan di Flores Timur, NTT

4. 24 Desa 6 Kecamatan Kab. Pati Prov. Jateng

5. 2 Desa di Kab. Kendal Prov. Jateng

6. 12 Kecamatan di Kab. Cirebon Prov. Jabar

7. 25 Desa di 8 Kecamatan di Kab. Brebes Prov. Jateng

8. 7 Desa di 3 Kecamatan Kab. Karangasem Prov. Bali

Menurut Agus, solusi jangka pendek yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) masing-masing.

Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah - cetus Agus.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, BNPB menghimbau kepada Pemda untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dan l;ain-lain.

BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai - tukas Agus.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0