Perawat Pasien Corona: Kami Juga Ingin Pulang Ketemu Keluarga :: Nusantaratv.com

Perawat Pasien Corona: Kami Juga Ingin Pulang Ketemu Keluarga

Ia ingin masyarakat mematuhi anjuran pemerintah, sehingga pengorbanan mereka tak sia-sia
Perawat Pasien Corona: Kami Juga Ingin Pulang Ketemu Keluarga
Kapten Fitdy Eka.

Jakarta, Nusantaratv.com - Kerinduan terhadap keluarga juga muncul dari para tenaga medis yang menangani pasien virus corona. Namun, demi keselamatan keluarga dan masyarakat, perasaan itu dikubur dalam-dalam.

Baca juga: Hampir 3 Juta Orang di Dunia Tertular Corona, AS Paling Banyak 

Hal ini yang dirasakan para tenaga kesehatan (nakes) seperti perawat, yang diwakili Ketua Tim Perawatan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kapten Fitdy Eka. 

Menurut Fitdy, masyarakat bisa turut membantu agar pengorbanan mereka tak sia-sia. Caranya cukup mematuhi aturan social distancing.

"Rekan-rekan kami juga ingin pulang ketemu keluarga, anak istri, orangtua. Pergerakan kami dibatasi, kami menyesuaikan. Anda agar tetap di rumah, kami bekerja biar kita putus rantai penularan covid-19," ujar Fitdy saat membagikan pengalamannya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (26/4/2020). 

Menurut dia, nakes yang mengurusi pasien covid-19 seperti dokter, perawat, analis dan lainnya memiliki prosedur pembatasan interaksi langsung dengan keluarga. Tujuannya guna mengurangi risiko penularan.

Selain itu para nakes diwajibkan tetap tinggal di dekat area perawatan pasien covid-19 selama beberapa pekan terakhir. Sehingga interaksi dengan keluarga dan kerabat dilakukan dengan panggilan video/video call melalui ponsel. 

"Baik dokter, perawat, analis dan nakes lainnya semua memiliki rasa kangen, rindu keluarga, berkumpul, bersenda gurau langsung," tuturnya.

Karena mengenakan alat pelindung diri (APD), selama delapan jam mereka bekerja tanpa makan, minum dan buang air. Karenanya rasa haus, lapar dan hendak buang air kecil maupun besar, harus ditahan dalam kurun waktu itu. Sebab jika ada celah sekecil apa pun virus untuk masuk, akan membahayakan keselamatan para nakes. 

Atas itu, ia berharap masyarakat bisa berperan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengan mematuhi anjuran pemerintah seperti tak mudik.

Sebab jika tidak, selain orang yang tertular corona akan semakin banyak, peluang para tenaga medis terpapar hingga akhirnya meninggal dunia menjadi lebih besar. 

"Anda tidak ingin mudik membawa penyakit kan? Tidak usah mudik untuk memutus mata rantai covid-19 jangan terus berlangsung. Pakai masker jika harus keluar, cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, jaga jarak interaksi tempat umum 1-2 meter, belajar/bekerja di rumah, belanja kalau bisa laksanakan online," tuturnya.

"Dengan begitu, hingga hal-hal terkait memutus mata rantai covid-19 bisa lebih maksimal. Pandemi bisa diakhiri, ingat kita rindu tradisi mudik saat masa pembatasan ini," tandas Fitdy. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0