Penting Bagi Bangsa Indonesia untuk Belajar Saling Kritik dan Terima Pendapat :: Nusantaratv.com

Penting Bagi Bangsa Indonesia untuk Belajar Saling Kritik dan Terima Pendapat

Indonesia akan berada di puncak bonus demografi pada 2030, di mana usia produktif akan meningkat dua kali lipat dari usia non-produktif.
Penting Bagi Bangsa Indonesia untuk Belajar Saling Kritik dan Terima Pendapat
Penting bagi bangsa Indonesia untuk belajar saling kritik dan terima pendapat. (Dok. Humas Kominfo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mendorong generasi muda memiliki dan mengembangkan semangat berkompetisi serta berani melakukan yang terbaik agar menjadi bangsa yang besar. 

"Saya ingin semuanya punya keinginan untuk berkompetisi, harus berani berkompetisi, berpikir kritis. Kritis maksudnya harus berani, tapi tetap dalam koridor budaya, dan koridor agama," ujar Rudiantara saat menyambut kehadiran ratusan siswa-siswi SMA/SMK peserta KOMExpo 2019 di Roader Anantakupa, Kantor Pusat Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurut Rudiantara, penting bagi bangsa Indonesia untuk belajar saling menyampaikan kritik dan menerima pendapat.

"Kalau berani saling menyampaikan kritik, mau mendengarkan pendapat orang, kita akan jadi bangsa yang besar. Bangsa yang sumber daya manusia-nya memiliki fighting spirit, untuk senantiasa berkompetisi dan melakukan yang terbaik. Ini yang dibutuhkan Indonesia saat ini," tambahnya.

Baca: Hadapi Bonus Demografi 2030, Ini Langkah Kemkominfo

Rudiantara memaparkan Indonesia akan berada di puncak bonus demografi pada 2030, di mana usia produktif akan meningkat dua kali lipat dari usia non-produktif. Ekonomi Indonesia juga diprediksi akan meningkat tajam, yang berdampak pada peningkatan pendapatan individu.

Baca: Tiga Menteri Duduk Bareng, Bahas Perkembangan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik

"Tapi itu semua tergantung pada kita terutama generasi usia produktif. Itu hanya bisa diraih kalau anak-anak yang di ruangan ini mempunyai daya saing," tukas Menteri asal Bogor, Jawa Barat (Jabar) itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0