Pengamen Jalanan yang Melegenda Itu Kini Tinggal Kenangan :: Nusantaratv.com

Pengamen Jalanan yang Melegenda Itu Kini Tinggal Kenangan

Sebelum sukses seperti sekarang, Didi merupakan pengamen jalanan di Surakarta
Pengamen Jalanan yang Melegenda Itu Kini Tinggal Kenangan
Didi Kempot. (Net)

Solo, Nusantaratv.com - Penembang campursari Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020) pagi. Ia wafat diduga karena serangan jantung. 

Baca juga: Kala Jokowi, Ma'ruf Amin dan Megawati Jadi 'Sobat Ambyar' 

Pemilik nama asli Dionisius Prasetyo itu tutup usia di tengah puncak popularitasnya. 

Semua berkat lagu Pamer Bojo yang ia rilis pada 2016, namun baru meledak sekitar tahun 2019. 

Ia juga sempat populer pada akhir 1999 dan awal 2000-an, berkat lagunya yang berjudul Stasiun Balapan. Lirik-lirik lagunya yang bernuansa patah hati, membuat namanya melambung, hingga akhirnya dijuluki Bapak Patah Hati Indonesia. 

Siapa sangka, sebelum sukses seperti sekarang dan menjadi legenda permusikan Tanah Air, Didi merupakan seorang pengamen jalanan. 

Kendati berasal dari keluarga seniman terkenal dan merupakan adik dari pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso, hal itu tak membuatnya malu atau canggung mencari rezeki di jalanan. 

Ia sempat menjadi musisi jalanan pada tahun 1984 hingga 1986 di Surakarta. 

Bahkan, nama Kempot sendiri merupakan akronim dari Kelompok Pengamen Trotoar. 

Setelah sekitar tiga tahun menjadi pengamen, Didi memutuskan merantau ke Jakarta, hingga akhirnya sukses seperti sekarang. 

Rencananya, jenazah Didi akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia dimakamkan di sebelah makam putra sulungnya, Lintang. 

Selamat jalan di keabadian, Godfather of Brokenheart!

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0