Pencopotan Helmi Yahya Belum Final, Muncul Sejumlah Nama Pengganti Dirut TVRI. Satu Nama Sudah Disiapkan Dewan Pengawas TVRI Sejak Lama :: Nusantaratv.com

Pencopotan Helmi Yahya Belum Final, Muncul Sejumlah Nama Pengganti Dirut TVRI. Satu Nama Sudah Disiapkan Dewan Pengawas TVRI Sejak Lama

Pencopotan jabatan Helmy Yahya dari kursi Dirut TVRI oleh Dewan Pengawas TVRI masih menuai polemik dan pro kontra.
Pencopotan Helmi Yahya Belum Final, Muncul Sejumlah Nama Pengganti Dirut TVRI. Satu Nama Sudah Disiapkan Dewan Pengawas TVRI Sejak Lama
Helmy Yahya

Jakarta, Nusantaratv.com - Polemik dan pro kontra pencopotan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI oleh Dewan Pengawas (Dewas) TVRI hingga kini masih terjadi.

Menyusul dikeluarkannya SK Dewan Pengawas Nomor 3/2019 soal penonaktifan posisi Dirut TVRI periode 2017-2022, adik kandung Tantowi Yahya ini menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Helmy menuturkan telah mengirimkan surat keberatan atas penonaktifan dirinya sebagai bos lembaga penyiaran publik tersebut pada Desember 2019. Namun, surat tersebut ternyata ditolak.

Dia mengaku telah menerima surat penolakan pembelaan dari Dewan Pengawas TVRI pada Kamis (16/1) pukul 16.15 WIB. Surat itu sekaligus membuatnya tak lagi menjadi Direktur Utama TVRI.

Perlawanan juga dilakukan oleh sejumlah pegawai TVRI yang mendukung Helmy Yahya. Mereka melakukan aksi penyegelan ruang kerja Dewas TVRI pada Jumat (17/1/2020).

Di tengah masih adanya polemik dan pro kontra terhadap pencopotan Helmy Yahya yang dinilai sebagian kalangan cukup janggal, baru-baru ini mengemuka sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai calon kuat pengganti Helmy Yahya.

Satu dari ketiga nama kandidat itu merupakan orang yang sudah disiapkan oleh Dewan Pengawas TVRI.

Menurut kabar yang santer beredar, Dewan Pengawas sejak jauh hari memang sudah menyiapkan nama pengganti Helmy Yahya.

Orang tersebut adalah Elprisdat M. Zen. Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, 13 September 1965 itu adalah seorang profesional dan tokoh wartawan Indonesia.

Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) periode 2011 – 2016, yang mengawasi bidang program dan berita serta bidang keuangan.

Sebelum dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas TVRI periode 2011 – 2016, Elprisdat pernah menjadi koresponden Majalah Tempo di Padang, Produser Eksekutif di Departemen Pemberitaan ANTV, Kepala Departemen Pemberitaan PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), Kepala Departemen Talkshow PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), serta host program di beberapa radio dan televisi.

Sedangkan sebagai profesional dan wirausahawan, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama EE Communications, sebuah perusahaan public relations dan juga pernah menjabat Direktur Langgeng Consulting, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sementara dalam aktivitas organisasi, Elprisdat tercatat merupakan salah seorang pendiri APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia). Dia juga tercatat sebagai anggota KAHMI (Keluarga Besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam).

Kandidat lain yang sangat kuat menggantikan posisi Helmy Yahya selain Elprisdat adalah sosok Apni Jaya Putra.

Dalam dunia pertelevisian tanah air, nama Apni Jaya Putra memang sudah tak asing lagi. Apni Jaya Putra pertama kali menggeluti dunia televisi sejak tahun 1996. Saat itu ia masuk SCTV sebagai reporter angkatan pertama program berita Liputan 6 SCTV. 

Di SCTV, Apni Jaya Putra yang memulai karir sebagai jurnalis di PT Jawa Pos National Network (JPNN) pada Januari 1991 hingga Januari 1994 dengan posisi terakhir Redaktur Pelaksana Harian Semarak, berkiprah hampir sembilan tahun yakni sejak Februari 1996 hingga Agustus 2004.

Sepanjang karirnya di SCTV, beragam posisi pun ia tempati. Selain pernah menjadi reporter, Apni pun menempati posisi Executive Producer untuk beragam program unggulan SCTV saat itu seperti Derap Hukum, Liputan 6, Buser, dan Sigi.

Belum genap sembilan tahun di SCTV, Apni Jaya Putra pindah ke RCTI pada Agustus 2004. Dia diminta Harry Tanoe ke RCTI dan mendirikan Departemen feature,  infotainment.

Di RCTI, Apni Jaya Putra didapuk menjadi Senior Manager untuk program Documentary, Current Affair, dan Infotainment, hingga Januari 2009. Kurang lebih empat tahun enam  bulan, ia melakoni pekerjaan tersebut.

Selanjutnya, Apni Jaya Putra berkiprah di MNC Media dari Januari 2009 hingga Februari 2011. Di MNC Media, Apni Jaya Putra menduduki posisi GM Production dan Editor in Chief SUNTV Network dan MNC Business Channel.

Awal 2011, tepatnya Februari 2011, Apni Jaya Putra pindah ke Kompas TV. Di Kompas TV, Apni Jaya Putra menempati posisi GM Network Operation sekaligus juga GM of Programming and Documentary Productions. Ia menekuni karirnya di sini sekitar empat tahun hingga Februari 2015.

Pengalaman yang merentang lumayan panjang di dunia TV membuat Apni Jaya Putra pun menyisihkan waktunya di sela-sela pekerjaan rutinnya di TV untuk berbagi ilmu dan pengalamannya dengan menjadi dosen di London School of Public Relations.

Dia mengajar di lembaga pendidikan tersebut sejak Januari 2004 hingga Januari 2011. Kegiatan mengajar dihentikan sejak dirinya bergabung dengan Kompas TV.

Pengalaman yang merentang lumayan panjang di dunia TV pula yang akhirnya membuat Apni Jaya Putra “merantau” ke Kuala Lumpur, Malaysia,  dan bergabung dengan perusahaan Broadcast Resource Indonesia sebagai CEO pada Januari 2015 dan menjadi konsultan di sebuah lembaga penyiaran publik di Malaysia, BERNAMA, sejak April 2015. Selain sebagai konsultan, lewat Broadcast Resource Indonesia, Apni pun menjadi agensi distribusi konten untuk RTM dan TV Al Hijrah Malaysia.

Pada tahun 2017, saat berlibur di Indonesia hingga Agustus, Apni Jaya Putra melamar menjadi salah satu direksi LPP TVRI pada bulan Juli. Setelah mengikuti serangkaian tes, dirinya dinyatakan lolos dan dianggap telah memenuhi kriteria kepemimpinan, integritas, keberagaman, visi internasional, program prioritas. Kemudian jejaring, pemikiran strategis, kualitas konsep dan program kerja, terobosan dan inovasi serta keberanian melakukan perubahan. 

Pada 24 November 2017, Apni Jaya Putra ditetapkan sebagai Direktur Program dan Berita untuk periode 2017-2022 yang kemudian dilantik secara resmi pada Rabu 29 November 2017.

Satu lagi kandidat pengganti Helmy Yahya yakni Direktur Teknik TVRI Supriyono. Dibandingkan kedua nama sebelumnya, nama Supriyono bisa dikatakan kurang cukup kuat untuk menggantikan posisi Helmy Yahya.

Pasalnya saat Supriyono ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Harian Dirut TVRI menggantikan Helmy Yahya, Dewas sendiri yang menunjuk Supriyono pernah menegaskan jika posisi Supriyono semata hanya untuk mengisi kevakuman belaka.

Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia (TVRI) Arief Hidayat Thamrin mengatakan, keputusan menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama TVRI Supriyono yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik TVRI dilakukan Dewan Pengawas untuk menjaga agar organisasi TVRI tetap berjalan dan terhindar dari kevakuman.

"Otomatis kalau memberhentikan, saya harus menunjuk penggantinya. Logikanya saja itu, Mas. Agar tidak terjadi kevakuman dan menjaga keberlanjutan organisasi TVRI," kata Arief seperti dikutip liputan6.com.

Jadi jelas kandidat pengganti Helmy Yahya memang tak cukup kuat akan berpindah ke Supriyono. Pertarungan justru akan terjadi pada dua kandidat yakni Elprisdat M. Zen dan Apni Jaya Putra.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0