Pemerintah Tak Yakin Data yang Disampaikan, Ialah Kondisi Corona DKI Sesungguhnya :: Nusantaratv.com

Pemerintah Tak Yakin Data yang Disampaikan, Ialah Kondisi Corona DKI Sesungguhnya

Data yang setiap hari disampaikan ialah orang-orang yang telah dirawat di rumah sakit
Pemerintah Tak Yakin Data yang Disampaikan, Ialah Kondisi Corona DKI Sesungguhnya
Achmad Yurianto.

Jakarta, Nusantaratv.com - Juru bicara pemerintah dalam penanganan corona Achmad Yurianto mengaku tak yakin jumlah orang yang tertular di Jakarta yang setiap hari ia sampaikan, merupakan keadaan yang sebenarnya kasus covid-19 di Ibu Kota. 

Baca juga: ​​​​​​Kemungkinan 1-2 Hari Lagi Pasien Corona Indonesia Tembus 4 Ribu 

Sebab, jumlah orang yang tertular corona di Jakarta terus bertambah, sesuai hasil tes laboratorium. Mereka yang dinyatakan positif corona rata-rata berada di rumah sakit, karena merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). 

Sehingga, jika jumlah pasien corona setiap harinya terus bertambah, berarti penularan virus di luar rumah sakit masih terus terjadi. Artinya, orang-orang yang tertular corona di luaran sana belum dihitung jumlahnya, karena tak termasuk dalam data yang setiap hari disampaikan. 

"Meskipun saya juga meyakini bahwa data yang saya rilis nggak menggambarkan kondisi Jakarta sebenarnya, karena yang saya laporkan itu data orang di rumah sakit," ujar Yurianto, Jumat (10/4/2020). 

"Nah kalau semua orang di rumah sakit itu adalah jumlah kasus positif sebenarnya, berarti di luar rumah sakit nggak ada orang positif, kalau nggak ada orang positif, itu berarti kan nggak ada penularan," imbuhnya. 

Pernyataan Yurianto dilontarkan kala menanggapi perkiraan peneliti gabungan antar perguruan tinggi. Mereka menyebut bahwa total ada 32 ribu orang yang sesungguhnya terpapar corona di Jakarta. 

Karena berdasarkan metode yang ilmiah atau bisa dipertanggungjawabkan, Yurianto pun tak membantah prediksi tersebut.

"Kalau pemodelan metode apa pun benar, itu kan ilmu, ya nggak apa," kata Yurianto. 

Sebelumnya, para ilmuwan dari ITB, Unpad, UGM, Essex and Khalifa University, University of Southern Denmark, Oxford University, ITS, Universitas Brawijaya, Universitas Nusa Cendana serta tim SimcovID, menyimpulkan data kasus corona di DKI yang selama ini disampaikan hanya 2,3 persen dari kondisi sebenarnya. 

Dari 747 orang tertular covid-19 di DKI yang beberapa waktu lalu disampaikan, berdasarkan pemodelan mereka jumlah keadaan sesungguhnya mencapai 32 ribu orang yang terjangkit virus tersebut. (Detik) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0