Pemerintah Minta WNI Segera Pulang ke Tanah Air :: Nusantaratv.com

Pemerintah Minta WNI Segera Pulang ke Tanah Air

Masyarakat juga diminta tak bepergian ke luar negeri jika tak ada keperluan mendesak
Pemerintah Minta WNI Segera Pulang ke Tanah Air
Menlu Retno Marsudi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri segera kembali ke Tanah Air. Permintaan ini menyusul langkah beberapa negara yang mulai memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah pasca merebaknya wabah virus corona.

Baca juga: Kematian Akibat Corona RI Jadi 19 Orang, 227 Positif, 11 Sembuh 

"Untuk warga negara Indonesia yang saat ini sedang bepergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Pemerintah, kata dia baru saja mengambil kebijakan tambahan mengenai perlintasan orang dari dan menuju Indonesia.

Masyarakat diminta tak bepergian ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan yang tak bisa ditunda.
 

"Mengingat semakin banyak negara yang sudah terjangkit covid-19, pemerintah mengimbau dengan sangat agar warga negara Indonesia membatasi bepergian ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda," tutur Retno.

Retno juga mengimbau WNI yang tengah bepergian ke luar negeri bisa terus mencermati informasi di aplikasi Safe Travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat di negara yang dikunjungi.

Di samping itu pemerintah menangguhkan selama satu bulan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival), dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas bagi semua orang asing dari semua negara.

"Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia diharuskan memiliki visa dari perwakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan. Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan sehat atau health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara," tuturnya.

Pemerintah juga melarang pendatang yang dalam waktu 14 hari mengunjungi Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, dan Inggris, masuk ataupun transit ke Indonesia.

Sebelumnya pemerintah telah melarang pendatang yang dalam kurun 14 hari mengunjungi China, Iran, Italia, dan dua wilayah di Korea Selatan, yaitu Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do, masuk atau transit ke Indonesia.

"Semua pendatang atau travelers wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum ketibaan di pintu masuk bandara internasional Indonesia," jelas Retno.

"Jika dari riwayat perjalanan menunjukkan bahwa dalam 14 hari terakhir yang bersangkutan pernah berkunjung ke negara-negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat ditolak masuk ke Indonesia," sambung Retno.

Sementara WNI yang berkunjung ke wilayah negara yang dibatasi akan dilakukan pemeriksaan tambahan saat tiba di Tanah Air.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan gejala awal corona, maka akan dilakukan observasi di fasilitas pemerintah selama 14 hari.

Sementara, jika tidak ditemukan gejala awal, maka sangat dianjurkan yang bersangkutan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Seluruh kebijakan sementara ini berlaku sejak Jumat (20/3/2020) pukul 00.00 WIB, dan akan dievaluasi sesuai perkembangan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0