Pemerintah Indonesia dan Australia Tanda Tangani Kesepakatan Terkait Perhubungan :: Nusantaratv.com

Pemerintah Indonesia dan Australia Tanda Tangani Kesepakatan Terkait Perhubungan

Menhub Budi Karya Katakan Pemerintah RI Minta Disamakan Menjadi Green Guna Memudahkan Pergerakan Orang Dari Australia dan Indonesia.
Pemerintah Indonesia dan Australia Tanda Tangani Kesepakatan Terkait Perhubungan
Pemerintah RI tanda tangani kesepakatan soal Perhubungan dengan Australia. (May/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Australia menandatangani kesepakatan berkaitan dengan Perhubungan di antaranya konektivitas udara, vokasi, dan keselamatan.

Penandatanganan kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Lestari Priansari Marsudi, saat memberikan keterangan mengenai kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Hyatt Hotel Canberra - A Park Hyatt Hotel, Canberra, Australia, pada Senin (10/2/2020).

"Kemudian penandatanganan 2 dokumen yaitu plan of action untuk implementasi strategic comprehensive partnership tahun 2020-2024, kemudian tanda tangan MoU masalah kerja sama Perhubungan," ujar Menlu Retno Marsudi, dilansir dari laman setkab.go.id, Senin (10/2/2020). 

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) mengungkap isi mengenai kesepakatan tersebut. Pertama, sebut menteri asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu, berkaitan dengan kemudahan menggunakan konektivitas udara karena saat ini memang dari Australia lebih banyak 115 dan dari Indonesia 82. 

Baca Juga: Hari Ini, Presiden Jokowi Akan Bertemu PM Australia dan Pidato di Depan Parlemen

"Tapi mungkin itu tidak masalah batasan-batasan yang selama ini ada, dan kita minta akan dikurangi. Apalagi kita tahu bahwa sekarang ini status Indonesia itu masih yellow. Artinya kita dibedakan dengan negara-negara lain, dengan Vietnam, dan sebagainya," terang Menhub Budi Karya. 

Untuk itu, kata Menhub Budi Karya, Pemerintah RI minta disamakan menjadi green, sehingga itu memudahkan untuk pergerakan orang dari Australia dan Indonesia. "Yang kedua adalah kita akan tanda tangan besok itu khususnya yang berkaitan dengan vokasi dan safety," tambah Menhub. 

Australia, menurut menteri berusia 63 tahun itu, banyak memberikan support bagi safety di Indonesia, seperti peningkatan dalam memberikan dukungan pada vokasi yang ada di Indonesia dengan memberikan tenaga-tenaga pelatihan-pelatihan.

"Dan kita butuh vokasi untuk menyamakan standar kelautan itu IMO dan kalau aviasi itu IQ. Saya pikir hubungan baik saat ini sudah berlangsung sejak 2003 dan kita akan tingkatkan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih meningkat," tukas Menhub Budi Karya.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0