Pembagian Bansos Sempat Tersendat Gara-gara Tunggu Tas 'Bantuan Presiden' :: Nusantaratv.com

Pembagian Bansos Sempat Tersendat Gara-gara Tunggu Tas 'Bantuan Presiden'

Produsen tas kesulitan bahan baku yang harus impor
Pembagian Bansos Sempat Tersendat Gara-gara Tunggu Tas 'Bantuan Presiden'
Tas 'Bantuan Presiden'. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengakui penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako bagi warga terdampak virus corona sempat tersendat. 

Baca juga: Dua Pegawai Pabrik Rokok Sampoerna Meninggal Akibat Corona, 63 Positif Rapid Test 

Hal itu terjadi lantaran harus menunggu tas pembungkus untuk mengemas paket sembako, yang bertuliskan 'Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19'.

"Awalnya iya (sempat tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor," ujar Juliari, Rabu (29/4/2020).

Tas bewarna merah putih itu, juga terdapat logo Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Sosial serta cara-cara agar terhindar dari covid-19.

Menurut Juliari, saat ini produksi tas tersebut sudah lancar. Pihaknya telah mengajak perusahaan lain untuk membuat tas itu, sehingga diharapkan distribusi paket sembako ke depan tak terhambat lagi.

"Sekarang supply kantong sudah lancar. Dan sebagai info, (PT) Sritex kami ajak kerjasama tidak dari awal. Mereka baru supply kantong sejak hari Rabu lalu," jelas Juliari.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, diketahui menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako senilai Rp 600 ribu kepada warga kurang mampu di Jabodetabek.

Sedangkan keluarga di luar Jabodetabek akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0