PBNU Apresiasi Presiden Jokowi, Tindak Tegas Kelompok Radikal :: Nusantaratv.com

PBNU Apresiasi Presiden Jokowi, Tindak Tegas Kelompok Radikal

PBNU mengapresiasi Presiden Jokowi dengan membubarkan kelompok radikal seperti  HTI.
PBNU Apresiasi Presiden Jokowi, Tindak Tegas Kelompok Radikal
KH Said Aqil Siroj mengapresiasi Presiden Jokowi yang menindak tegas kelompok radikal. (NU Online)

Purwakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengapresi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menindak tegas kelompok radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

"PBNU mengapresiasi Presiden Jokowi dengan membubarkan kelompok radikal seperti  HTI, karena sudah terang-terangan memfitnah tokoh nasional dan ulama serta mengadu domba," ujar KH Said.

Hal itu dikatakan KH Said pada pembukaan Rapat Pleno PBNU 2019 di Pesantren Al-Muhajirin 2 Jalan Ipik Gandamanah Nomor 33, Kampung Sukamulya, Desa Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Jumat (20/9/2019).

Pembukaan Rapat Pleno PBNU 2019 itu dihadiri Wakil Presiden Indonesia terpilih KH Ma'ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Baca Juga: Presiden Jokowi Masuk 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2019

Dia juga meminta aparat kepolisian agar lebih tegas dalam menghadapi kelompok radikal yang berupaya mengancam keutuhan negara Indonesia. "NU meminta agar kepolisian Indonesia lebih tegas lagi menghadapi kelompok radikal, bukan hanya HTI," tegas pria kelahiran Cirebon, Jabar, 66 tahun silam itu.

Disebutkannya, kelompok radikal itu kini secara nyata menghina serta memfitnah para ulama, tokoh-tokoh nasional, hingga Presiden Republik Indonesia. Untuk itu, pihak kepolisian diminta tak ragu dalam melakukan tindakan tegas. 

"Jadi, kelompok yang radikal, yang menimbulkan kegaduhan kesatuan NKRI (agar diusir), yang diusir terutama ideologinya, orangnya silakan masuk NU," cetusnya. 

Kembali, KH Said menegaskan NU sejak dulu hingga kini tetap berkomitmen menjaga NKRI. "Pokoknya selama ada PBNU, Indonesia akan utuh sampai yaumil kiyamah. Jangan lupa, PBNU Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Undang-undang Dasar 1945," tukas Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0