Mewujudkan Pemilu 2019 Damai Dan Demokratis :: Nusantaratv.com

Mewujudkan Pemilu 2019 Damai Dan Demokratis

Berkompetisi Secara Sehat Pada Pemilu Serentak 2019
Mewujudkan Pemilu 2019 Damai Dan Demokratis
Kotak suara pemilihan umum

Jakarta, Nusantaratv.com - Masa kampanye calon anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilihan Umum tahun 2019 sudah dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Setelah itu masyarakat memasuki masa tenang yang berlangsung sejak 14-16 April 2019. Masa tenang memiliki potensi kerawanan pelanggaran pada Pemilu Serentak 2019, terutama dari tim pasangan calon presiden dan wakil presiden, caleg-caleg, tim sukses, atau tim kampanye, termasuk simpatisan ataupun relawan.

Potensi pelanggaran yang sering terjadi menjelang hari pemilihan di antaranya alat peraga kampanye yang masih terpasang melampaui batas waktu yang ditentukan yaitu H-1 pemilihan, pengerahan pemilih, politik uang, hingga potensi terjadinya ancaman atau intimidasi kepada pemilih dalam menentukan pilihan di dalam pemilihan umum.

Publik berharap kerawanan-kerawanan itu tidak terjadi. Masyarakat meminta kepada seluruh elemen calon anggota legislatif serta capres dan cawapres yang akan berkontestasi di dalam Pemilu Serentak 2019 pada 17 April nanti, untuk dapat menahan diri agar tidak terjadi praktik pelanggaran dalam bentuk apa pun.

Seluruh pengawas pemilu dan aparat penegak hukum pileg dan pilpres lainnya, harus pro-aktif dan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di masa tenang menjelang pemungutan suara. Yang lebih penting lagi adalah berikan jaminan perlindungan hak pilih bagi warga negara, serta kawal proses pemilihan umum sehingga berjalan secara damai, adil, dan demokratis.

Publik berharap seluruh peserta pemilu dapat berkompetisi secara sehat pada pemilu serentak 2019 sehingga tercipta proses pemilihan yang bermartabat. Sebuah kompetisi akan kompetitif kalau semua peserta pemilihan menerapkan nilai-nilai berkompetisi yang jujur, sportif, dan patuh pada aturan main yang ada.

Masing-masing calon anggota legislatif serta pasangan calon presiden dan wakil presiden saling mengawasi demi terciptanya persaingan sehat di antara mereka. Kalau itu semua dilakukan peserta pemilihan, bisa dipastikan pemilu akan berjalan damai, berintegritas, dan demokratis.

Para calon diharapkan tidak menggunakan cara-cara buruk, seperti menyebarkan berita bohong, fitnah, hingga ujaran kebencian, hanya sekadar mendapatkan sentimen dan simpati pemilih. Selain itu, hindari praktik politik uang. Politik uang merendahkan dan mencederai mutu demokrasi. Dampaknya merusak, tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang.

Publik berharap caleg serta capres dan cawapres tidak merusak nalar pemilih dan penyelenggara pemilu dengan berupaya membeli suara dan integritas pemilih maupun penyelenggara. Yang paling penting diingat adalah tidak ada demokrasi dengan kekerasan.

Karena itu timses, tim kampanye, caleg serta capres dan cawapres, jangan menggunakan cara-cara yang berpotensi mengintimidasi maupun mengancam pemilih. Mari wujudkan pemilu damai, pemilu yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan kita untuk bebas dan merdeka dalam menentukan pilihan.

Publik pun berharap Badan Pengawas Pemilu melakukan patroli pengawasan yang ketat dan pencegahan pada masa kampanye hingga masa tenang nanti. Patroli tersebut dilaksanakan untuk memberikan efek takut bagi pihak-pihak tertentu yang melakukan pelanggaran.

Bila dalam patroli dan pengawasan tersebut ditemukan pelanggaran, Bawaslu harus segera melakukan penindakan. Belajar dari pengalaman, pelanggaran justru kerap terjadi di masa tenang. Bawaslu memiliki kewenangan administratif apabila menemukan politik yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Caleg, Capres dan Cawapres yang melakukan politik uang bisa saja didiskualifikasi.

Pemilihan Umum Serentak 17 April 2019 mendatang merupakan momentum terpenting untuk melakukan perubahan. Di sinilah saatnya, rakyat menghukum partai-partai politik yang selama ini hanya pandai berjanji tapi tidak ditepati.

Di sinilah saatnya rakyat menghukum caleg-caleg yang parpol pendukungnya yang selama ini enggan memperjuangkan aspirasi rakyat, dan di sinilah saatnya rakyat mencari figur-figur pemimpin yang berkualitas, figur-figur pemimpin yang taat hukum, yang mau memperjuangkan aspirasi rakyat.(Rimba Mahardika)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0