Menteri Agama Dari 8 Negara Kumpul di Yordania, Indonesia Beri Usulan Ini :: Nusantaratv.com

Menteri Agama Dari 8 Negara Kumpul di Yordania, Indonesia Beri Usulan Ini

Sidang Terima Usulan Indonesia Agar Dibahas Penyalahgunaan Media Sosial untuk Sebarkan Ujaran Kebencian dan Hoaks Bernuansa Keagamaan.
Menteri Agama Dari 8 Negara Kumpul di Yordania, Indonesia Beri Usulan Ini
Delapan Menteri Agama bahas isu keagamaan di Yordania. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Delapan negara anggota Badan Eksekutif Konferensi Menteri Agama, Wakaf dan Urusan Islam berkumpul di Amman, Yordania. Mereka menggelar sidang putaran ke-12, pada Kamis (12/12/2019) waktu setempat. Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid, hadir mewakili Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Sidang dipimpin Ketua Badan Eksekutif yang juga Menteri Urusan Islam, Dakwan dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdul Lathif Abdul Al-Aziz Alu Syeikh, dan tuan rumah, Menteri Wakaf, Urusan Islam dan Tempat-Tempat Suci, Dr. Muhammad Ahmad Khalayilah. 

Dalam sambutan pada pembukaan sidang, Wamenag Zainut Tauhid mengingatkan besarnya tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini, baik yang bersifat internal maupun eksternal, antara lain ancaman ekstremisme dan terorisme, serta fenomena Islamophobia. Perlu kerjasama yang erat antara negara-negara Islam untuk menghadapi itu semua. 

Indonesia mendukung penuh setiap upaya dan inisiatif untuk mencari solusi bagi semua persoalan yang dihadapi, mulai dari persoalan ekstremisme dan radikalisme, pembaruan wacana keagamaan, pengelolaan wakaf, masjid, dan manajemen dakwah dalam menghadapi tantangan global - ujar Wamenag Zainut Tauhid, di Amman, seperti dilansir laman Kemenag, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Wamenag: Tantangan Besar Perguruan Tinggi Adalah Bidang Riset

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam upaya penanggulangan ancaman radikalisme dan ekstremisme serta komitmen meneguhkan moderasi beragama - lanjutnya. 

Sidang ke-12 yang diselenggarakan setiap tahun ini membahas isu-isu keagamaan yang akan diangkat dalam Konferensi Tingkat Menteri Agama, Urusan Islam dan Wakaf negara-negara Islam pada 2020, yang akan digelar di Saudi Arabia. Atas usulan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), tema yang akan diusung, yakni 'Moderasi sebagai Jalan Hidup'.

Disepakati, dua bulan sebelum pertemuan menteri-menteri tersebut akan diadakan pertemuan negara anggota Badan Eksekutif bertempat di Mesir. Delegasi Indonesia, seperti disampaikan Wamenag Zainut Tauhid, mengusulkan agar tema anti atau kebencian terhadap Islam dan Umat Islam (Islamophobia) yang akhir-akhir ini semakin menguat, terutama di Barat, menjadi salah satu topik pembahasan. 

Baca Juga: Usung Misi Perdamaian Dunia, Santri Gelar Dialog dengan CIA

Selain itu, sidang juga menerima usulan Indonesia agar dibahas penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks bernuansa keagamaan. Dalam sesi diskusi, Wamenag Zainut Tauhid menjelaskan peran ulama melalui Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial Nomor 24 Tahun 2017 dan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam mengatasi penyalahgunaan media sosial. 

Dan, topik lain yang dibahas antara lain, pengalaman negara-negara Islam dalam mengelola wakaf untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sabotase mimbar untuk menebar ujaran kebencian dan paham ekstrem, manajemen dakwah, konsep kewarganegaraan (al-muwâthanah) dan sebagainya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0