Konsumsi Jamaah Haji Indonesia di Makkah Dihentikan Sementara Mulai 5 Zulhijjah, Mengapa? :: Nusantaratv.com

Konsumsi Jamaah Haji Indonesia di Makkah Dihentikan Sementara Mulai 5 Zulhijjah, Mengapa?

Selama masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jamaah haji akan memperoleh 15 kali makan
Konsumsi Jamaah Haji Indonesia di Makkah Dihentikan Sementara Mulai 5 Zulhijjah, Mengapa?
Konsumsi jamaah haji Indonesia dihentikan sementara. (Dok. Humas Kemenag)

Makkah, Nusantaratv.com - Konsumsi jamaah haji Indonesia di Makkah, sesuai ketentuan akan dihentikan sementara mulai 5 Zulhijah mendatang.

"Jelang dan sesudah masa puncak haji, biasanya jalanan di Makkah padat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan distribusi konsumsi kepada jamaah," ujar Beny Darmawan, Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Makkah, Rabu (31/7/2019).

Penghentian sementara konsumsi ini, menurut Beny, akan dilakukan selama lima hari, yakni tiga hari sebelum dan dua hari setelah masa puncak haji. "Konsumsi dihentikan pada 5, 6, 7, 14, dan 15 Zulhijah," lanjut Beny.

Selanjutnya, Beny menyampaikan selama masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jamaah haji akan memperoleh 15 kali makan.

"Jamaah tidak perlu khawatir tidak memperoleh makan selama masa puncak haji. Sejak tiba di Arafah pada 8 Zulhijah siang, jamaah sudah mulai mendapatkan makan," jelasnya.

Penyediaan konsumsi di Armuzna akan berakhir dengan diberikannya makan siang pada 13 Zulhijjah. Selain itu, jamaah juga memperoleh satu paket makanan siap saji.

"Di dalamnya terdapat mie instan yang bisa langsung diseduh dengan air panas, roti, biskuit, kopi, maupun teh sachet," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Beny mengungkapkan terdapat 30 kloter yang mengakhiri jadwal penerimaan konsumsinya sebelum 5 Zulhijah.

"Tiap jamaah memiliki jatah makan di Makkah selama 40 kali. Nah ada 30 kloter yang sebelum masa puncak haji, jatah makan di Makkahnya sudah berakhir, karena telah memperoleh 40 kali makan," tukasnya.

Beny mengaku pihaknya sudah menginformasikan hal tersebut kepada Kepala Sektor maupun perangkat kloter yang ada. "Kami berharap informasi tersebut sudah tersosialisasikan juga kepada jemaah," harap Beny.

Ia juga menyampaikan bahwa selama musim haji 1440H (2019) masing-masing jamaah akan mendapatkan 74 kali makan.

"Ini terdiri dari 40 kali makan di Makkah, 18 kali di Madinah, 15 kali di Armuzna ditambah 1 kali kelengkapan makan tambagan di Armuzna juga," tutup Beny.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0