Kementan Gaet Gojek untuk Distribusi Pangan, Pengamat: Bantu Putus Penyebaran Covid-19 :: Nusantaratv.com

Kementan Gaet Gojek untuk Distribusi Pangan, Pengamat: Bantu Putus Penyebaran Covid-19

Kementan juga dinilai melindungi produk petani di tengah pandemi corona
Kementan Gaet Gojek untuk Distribusi Pangan, Pengamat: Bantu Putus Penyebaran Covid-19
Kerja sama Kementan dengan Gojek.

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan pengemudi atau driver ojek online (ojol) Gojek, dalam pendistribusian kebutuhan bahan pokok selama diberlakukannya kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai virus corona, yakni social distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Baca juga: Catat! Ini Hal yang Dilarang Saat PSBB Nanti 

Dengan begitu, biaya ongkos kirim kepada masyarakat yang ingin membeli sebelas komoditas seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih, di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) digratiskan. 

Pengamat pertanian yang juga Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja mengapresiasi terobosan tersebut.

Menurut Entang, langkah Kementan merupakan upaya nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Apalagi, di dalam sistem agribisnis yang semakin modern ini, tugas Kementan dituntut bukan saja bergelut dari sisi produksi, tapi juga harus sudah bergerak dalam distribusi dan pemasaran.

"Kerja sama Kementan dengan Gojek adalah sebuah langkah yang penting kita dukung agar sisi produksi dan sisi distribusi bisa dipolakan dalam sebuah sistem yang terukur dan berkelanjutan," ujar Entang, Minggu (5/4/2020).

Menurut Entang, upaya Kementan tersebut sekaligus menjawab tantangan negara dalam menghadapi pandemi covid-19. Di samping itu, secara tidak langsung Kementan telah melakukan perlindungan hasil produksi yang selama ini menjadi harapan para petani.

"Saya pikir ini langkah bagus dan sangat membantu memutus penyebaran virus covid-19 yang melanda seluruh dunia," kata dia. 

Meski begitu, Entang berharap kemitraan ini perlu mendapat pengawasan yang ketat, baik dari pemerintah maupun dari elemen masyarakat lainya. Pengawasan ini bertujuan agar kerja sama berjalan lancar dan sesuai tujuan.

"Kerja sama ini sangat efektif, tetapi dalam mekanisme pelaksanaannya tetap harus mengacu pada SOP yang digariskan oleh pemerintah. Tak kalah penting juga dibutuhkan pengawasan yang ketat dalam manajemen operasionalnya," tuturnya.

Yang paling penting, kata Entang, kerja sama ini harus melibatkan para petani secara langsung, agar kehidupan mereka semakin sejahtera. Sebab, petani memiliki peran yang sangat stategis dalam kondisi seperti sekarang ini. Terbukti, setiap gejolak yang terjadi, sektor pertanian selalu tidak goyah dan tetap menjadi tulang punggung negeri.

"Petani adalah pejuang pangan yang memberi makan orang kota. Itu sebabnya, semangat untuk melindungi petani dari pandemi virus covid-19 harus ditempuh pemerintah tanpa reserve (diminta). Jadi, salah satu wujud keberpihakannya ditunjukkan oleh adanya kebijakan yang serius dalam menjaga dan melindungi petani beserta keluarganya dari amukan virus covid-19," tandasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0