Kemensos Kurangi Item Barang di Bansos, Kenapa? :: Nusantaratv.com

Kemensos Kurangi Item Barang di Bansos, Kenapa?

Upaya ini disebut Juliari agar memudahkan penyediaan item barang
Kemensos Kurangi Item Barang di Bansos, Kenapa?
Bantuan Kemensos. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Sosial (Kemensos) berencana mengurangi jumlah barang yang ada pada bantuan sosial (bansos) bahan pokok, yang dibagikan ke masyarakat terdampak wabah virus corona. Upaya tersebut agar pengadaan barang menjadi lebih mudah. 

Baca juga: Ini Sebaran Corona RI Per 6 Mei 

"Solusi yang kami lakukan adalah jumlah item yang awalnya ada 10 akhirnya kami putuskan untuk menyederhanakan menjadi empat item, sehingga apabila kita kurangi itemnya tentunya pengadaannya lebih mudah," ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR, Rabu (6/5/2020). 

Juliari tak memaparkan item-item bansos yang akan dikurangi. 

Bansos dari Kemensos sendiri sebelumnya berisi mi instan, minyak goreng, beras dan lainnya. Bansos senilai 300 ribu, yang disalurkan dua kali dalam sebulan, selama tiga bulan sejak April. 

Menurut Juliari, pengurangan terjadi lantaran pihaknya kesulitan dalam mendapatkan vendor yang mampu menyediakan sejumlah item yang dipotong. 

Sebab, pesanan begitu banyak, dan pembayaran baru dilakukan setelah pesanan selesai dikerjakan. 

"Kalau urusan dengan pemerintah tentunya dibayar belakangan," jelas Juliari.

Di samping itu, sejumlah produsen pun sudah menurunkan jumlah produksi. Situasi ini terjadi lantaran sejumlah pabrik sudah mengurangi jumlah buruh.

"Saat (pandemi) virus corona ini banyak produsen-produsen makanan yang sudah menurunkan tingkat produksinya sehingga ada pabrik-pabrik yang sebagian besar karyawannya sudah mudik atau bahkan dirumahkan," jelasnya.

Lalu, pihaknya tak bisa memaksa vendor-vendor untuk mempekerjakan para buruhnya sesuai waktu normal karena mereka tengah menjalankan ibadah puasa.

"Begitu kita bekerja satu minggu bulan puasa dimulai sehingga karena ini pekerjaannya sangat manual tentunya kami tidak bisa memaksa para vendor dan para pekerja di vendor-vendor tersebut untuk bekerja secepatnya atau seperti pada bulan normal," tandas politikus PDI Perjuangan (PDIP). 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0