Kemenag: Marketplace Dilarang Jadi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus :: Nusantaratv.com

Kemenag: Marketplace Dilarang Jadi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kemenag Sebut Marketplace Dilarang Jadi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus.
Kemenag: Marketplace Dilarang Jadi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus
Ilustrasi jamaah haji Indonesia. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Maraknya industri berkonsep marketplace dinilai sangat menguntungkan bagi sebagian kalangan. Beragam inovasi juga dihadirkan para pelaku bisnis ini. Satu di antaranya dengan menawarkan paket umrah.

Hal ini tak luput dari perhatian Kementerian Agama (Kemenag). Institusi yang dipimpin Fachrul Razi itu mengatakan marketplace tidak boleh berperan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dapat memberangkatkan jamaah umrah ataupun haji khusus.

Perusahaan marketplace tersebut hanya bisa menjadi jembatan atau tempat berjualan saja - ujar Arfi Hatim, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, seperti dikutip laman resmi Kemenag, Kamis (12/12/2019). 

Baca Juga: Kuota Haji Indonesia 2020, Menag Optimis Dapat Tambahan Jadi 231 Ribu

Menurutnya, larangan itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pasal 121 misalnya, mengatur bahwa setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PIHK dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jamaah Haji Khusus, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Sedang pasal 122 mengatur, setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jamaah Umrah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Meski demikian, Kemenag mendorong PPIU untuk memanfaatkan teknologi dalam tata kelola penyelenggaraan umrah dan haji khusus. Dalam memasarkan produk atau paket, PPIU bisa mengombinasikan antara penjualan online dan offline-nya.

Beberapa PPIU yang sudah punya aplikasi sendiri. Mereka yang tidak bisa memanfaatkan teknologi akan tergilas dalam persaingan - tukas Arfi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0