Kemenag Bakal Gelar Pelatihan Imam Masjid, Bentuk Jiwa Nasionalisme :: Nusantaratv.com

Kemenag Bakal Gelar Pelatihan Imam Masjid, Bentuk Jiwa Nasionalisme

Pelatihan ini penting guna menambah pengalaman, keilmuan dan wawasan para imam masjid di Indonesia.
Kemenag Bakal Gelar Pelatihan Imam Masjid, Bentuk Jiwa Nasionalisme
Menag Fachrul Razi memberikan arahan pada Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Jenderal (Purn) Fachrul Razi, mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan bagi para imam masjid.

Menurut Menag, pihaknya akan bekerjasama dengan Ormas-ormas seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya. Bagi Menag, pelatihan ini penting guna menambah pengalaman, keilmuan dan wawasan para imam masjid di Indonesia, agar terus dapat memberikan syiar dan dakwah rahmatan lil alamin kepada masyarakat.

"Para imam juga harus ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu tentunya penguasaan keislaman," ujar Menag, di Jakarta, dilansir laman Kemenag, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga: Cegah Korupsi, Ini Pesan Menag Fachrul Razi

Selain itu, lanjut Menag, imam masjid atau saat memberikan khutbah dalam doanya kiranya dapat menggunakan bahasa Indonesia selain juga bahasa Arab. 

Karena, ungkap Menag, tidak semua warga masyarakat atau jamaah paham dengan bahasa Arab. Jika ada disisipkan bahasa Indonesia, doanya lebih dapat dimengerti jamaah.

"Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab," terangnya.

Bagi Menag, para imam masjid juga harus mempunyai wawasan bahwa masjid juga bisa dijadikan tempat kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya.

Sementara itu, Muhammadiyah Amin, Dirjen Bimas Islam mengaku setuju dengan adanya pelatihan bagi para imam masjid. Dikatakannya, pelatihan itu untuk mengembangkan wawasan para imam masjid selain ilmu keislaman juga membentuk jiwa nasionalisme.

"Pada umumnya pengelolaan masjid berhubungan dengan pengaturan alokasi dana untuk biaya operasional kegiatan masjid. Umumnya kegiatan masjid selama ini yang dipahami tak jauh dari kegiatan salat. Padahal bisa lebih luas, misalnya, pengajian atau pesantren kilat," tutur Amin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0