Kata Andi Arief SBY 2 Kali ke Kediri, Tapi Gak Lengser :: Nusantaratv.com

Kata Andi Arief SBY 2 Kali ke Kediri, Tapi Gak Lengser

SBY mengunjungi Kediri untuk meninjau korban letusan Gunung Kelud
Kata Andi Arief SBY 2 Kali ke Kediri, Tapi Gak Lengser
SBY saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur. (Merdeka.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Partai Demokrat turut berkomentar mengenai pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung bahwa ada mitos jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kediri, Jawa Timur, maka akan lengser seperti Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Baca juga: Tak Ingin Bernasib Seperti Gus Dur, Pramono Anung Larang Jokowi ke Kediri 

Menurut Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah berkunjung ke Kediri semasa menjabat Presiden ke-6 RI. Bahkan sampai dua kali. Namun tak terjadi apa-apa setelahnya.

"Tahun 2007 SBY mengunjungi Kediri. Kunjungan kedua di tahun 2014," kata Andi melalui akun Twitter-nya, Minggu (16/2/2020).

SBY diketahui pada 25 Oktober 2007 untuk mengunjungi warga yang mengungsi akibat Gunung Kelud meletus. SBY yang didampingi Ani Yudhoyono, mengunjungi Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri.

SBY lalu kembali mendatangi Kediri pada 17 Februari 2014, dengan tujuan yang sama. Ia mendatangi titik pengungsi, yakni Masjid An-Nur, Pare, Kediri.

Andi pun menyimpulkan jika Jokowi tak ke Kediri bukan karena takut lengser, seperti yang diungkapkan Pramono. Tapi ada alasan lainnya.

"Pak Pramono Anung sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan Kediri dengan pudarnya kekuasaan Pak Jokowi. Ada pesan mendalam bahwa kekuasaan Pak Jokowi sedang dalam berbagai tekanan yang tidak mudah," cuit Andi.

Pramono sebelumnya mengaku melarang Jokowi berkunjung ke Kediri, Jawa Timur, untuk meresmikan rusun Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin di Lirboyo, Sabtu (16/2/2020). Sebab menurutnya kawasan tersebut dipercaya sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ujar Pramono disambut tawa para hadirin, Sabtu (15/2/2020).

Larangan ini bukan tanpa alasan. Sebab, kata Pramono dahulu Gus Dur sempat berkunjung ke Kediri, dan setelahnya terjadi tragedi pelengseran Gus Dur dari jabatannya.

"Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat nanti tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya," tutur Pramono.

Apa yang disampaikan Pramono merespons pidato KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan Kediri daerah wingit untuk presiden.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0