Kasus Virus Corona di China, KPID DKI Jakarta: Pemberitaan Harus Membuat Masyarakat Lebih Waspada, Bukan Malah Takut :: Nusantaratv.com

Kasus Virus Corona di China, KPID DKI Jakarta: Pemberitaan Harus Membuat Masyarakat Lebih Waspada, Bukan Malah Takut

KPID DKI Jakarta Berpendapat Pemberitaan Mengenai Virus Corona Harus Membuat Masyarakat Jadi Lebih Waspada dan Bukan Makin Takut.
Kasus Virus Corona di China, KPID DKI Jakarta: Pemberitaan Harus Membuat Masyarakat Lebih Waspada, Bukan Malah Takut
Ketua KPID Provinsi DKI Jakarta, Kawiyan (Baju Putih) usai melakukan sosialisasi Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). (Adiantoro/NTV)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejak akhir Desember 2019, pemerintah China melaporkan adanya kasus mirip pneumonia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Namun dalam kurun waktu satu bulan ini, virus mematikan itu telah merenggut ratusan korban jiwa di China. Bahkan, virus corona telah menyebar ke beberapa negara lainnya. 

Pemerintah Indonesia juga mulai bersiapa terhadap penyebaran virus corona. Salah satunya dengan menyiapkan 100 rumah sakit untuk menangani pasien yang terindikasi terserang virus corona. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga telah mengeluarkan imbaun bagi WNI (warga negara Indonesia) menanggapi virus corona yang menyebar dengan cepat di seluruh Negeri Tirai Bambu itu.

Disisi lain, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta, Kawiyan, mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemberitaan maupun liputan mengenai virus corona adalah harus membuat masyarakat menjadi lebih waspada, bukan malah membuat ketakutan.

Baca Juga: Antispasi Penularan Virus Corona, Menkes: Disiapkan 21 Kapsul di 19 Daerah

"Kalau soal pemberitaan atau liputan virus corona yang perlu diperhatikan adalah harus menjadikan masyarakat lebih waspada, bukan malah menjadi takut," ujar Kawiyan, usai melakukan sosialisasi Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), di Kantor Nusantara TV, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (29/1/2020).

Disebutkan Kawiyan, yang juga perlu dihindari dalam pemberitaan virus corona yakni tidak boleh membagikan gambar maupun kata-kata yang sifatnya mencemooh. "Kita harus memberikan empati yang besar kepada masyarakat, dimana informasi atau berita yang disebar harus memberi perlindungan dan kewaspadaan, agar masyarakat berhati-hati," lanjutnya.

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah (Jateng), 55 tahun silam itu, mengatakan sejauh ini pemberitaan maupun liputan mengenai virus corona masih dalam batas aman. "Sejauh ini pemberitaan maupun liputan terkait virus corona, dari penilaian kami masih dalam tahap aman," tukas pria jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0