Jokowi Sebut Konsep Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia Diperhatikan Dunia :: Nusantaratv.com

Jokowi Sebut Konsep Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia Diperhatikan Dunia

Presiden Jokowi Mengingatkan Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Hanya Berarti Berpindah Lokasi.
Jokowi Sebut Konsep Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia Diperhatikan Dunia
Presiden Joko Widodo. (Dok. Humas Kemensetneg))

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas langkah percepatan pembangunan ibu kota baru bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas (Ratas), di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu (26/2/2020).

Dalam arahannya, Kepala Negara menyampaikan konsep pembangunan ibu kota baru Indonesia yang didesain untuk menjadi kota hijau dan kota pintar mengundang ketertarikan sejumlah negara sahabat. Negara-negara sahabat tersebut juga sudah menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dalam pembangunan ibu kota baru.

"Saya ingin menyampaikan bahwa konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia dan bahkan negara-negara sahabat sudah mulai menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama," ujar Presiden Jokowi, dilansir dari laman setneg.go.id, Kamis (27/2/2020).

Terkini, pihak Korea Selatan (Korsel) melalui Menteri Lingkungan Hidupnya yang bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menyampaikan ketertarikan tersebut. Korsel sendiri memiliki pengalaman dalam pembangunan kota hijau dan berkelanjutan.

"Ini saya kira sebuah sinyal yang bagus. Oleh sebab itu, perlu disiapkan detail-detail proses kerja sama antara kita dengan negara lain," lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi Tak Mau Buru-buru Evakuasi WNI dari Diamond Princess

Sebagai langkah pertama, mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu meminta jajarannya untuk menyiapkan dan menyelesaikan seluruh payung hukum yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota tersebut.

"Saya sudah mendengar dari Menteri Bappenas bahwa (rancangan) Undang-Undangnya juga sudah selesai dan mungkin akan disampaikan ke DPR setelah reses. Saya kira ini sebuah persiapan yang memang penting agar payung hukum yang dibutuhkan betul-betul sudah siap," tambah Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden RI ke-7 ini kembali mengingatkan pembangunan dan pemindahan ibu kota baru tak hanya berarti berpindah lokasi dan mengelola sebuah kota yang seperti biasanya. Melainkan, dibutuhkan pula cara dan sistem kerja baru di dalamnya yang memungkinkan pemerintah untuk bekerja secara lebih efisien dan efektif.

"Kita tidak sekadar mengelola ibu kota baru seperti biasanya. Tapi, kita ingin menginstal sistem dan cara kerja baru yang lebih futuristik dan fleksibel sehingga kita bisa bekerja lebih lincah, efisien, cepat, dan efektif," tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Adapun terkait dengan skema pembiayaan pembangunan, suami dari Iriana Joko Widodo itu juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan mengenai bagian pembangunan mana yang nantinya akan dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun yang dapat dikerjasamakan melalui skema kerja sama KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) serta yang melalui investasi dari swasta dan negara-negara sahabat. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0