Jokowi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Saat Puncak Wabah Corona :: Nusantaratv.com

Jokowi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Saat Puncak Wabah Corona

Jokowi mengakui telah menghitung mengenai dampak dari puncak corona
Jokowi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Saat Puncak Wabah Corona
Presiden Jokowi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan stok bahan pokok terjaga jelang puncak penyebaran virus corona di Indonesia pada bulan Mei mendatang.

Baca juga: Lawan Corona, Jokowi Larang Pemda Lockdown Wilayah 

"Kita memang sudah berhitung mengenai puncak itu," ujar Jokowi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020).

Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok. 

Apalagi, puncak penyebaran corona bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Sekali lagi saya sudah perintahkan ke Menko Ekonomi ke Menteri Perdagangan, Bulog, untuk menjaga agar stok sembako itu benar-benar tersedia dan siap. Terutama melalui bulog," tutur Jokowi.

"Baik itu berupa beras, bawang putih, gula, semuanya sudah saya siapkan dan saya perintah dua minggu yang lalu," imbuhnya. 

Badan Intelijen Negara (BIN) sebelumnya memprediksi masa puncak penyebaran virus yang memiliki nama lain covid-19 itu, di Indonesia berlangsung pada Mei mendatang.

Prediksi ini berdasarkan hasil simulasi pemodelan pemerintah terhadap data pasien corona. 

"Kalau kami hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan pemodelan ini," ujar Deputi V BIN Afini Noer  dalam diskusi 'Bersama Melawan Corona' di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Hasil simulasi pemodelan mengungkapkan, kata dia, bahwa masa puncak penyebaran corona di Tanah Air berlangsung pada 60-80 hari sejak kasus pertama terkonfirmasi.

Kasus positif corona pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Sehingga, berdasarkan simulasi masa puncak terjadi pada Mei 2020.

"Dari pemodelan yang ada, kami memperkirakan bahwa masa puncak di Indonesia itu akan berlaku 60 sampai 80 hari sejak infeksi pertama," kata Afini.

Pemodelan yang dibuat pemerintah ini merujuk pada pemodelan pemerintah China dan Inggris. Pemodelan dibuat berdasarkan data pasien suspected (terduga), infected (terinfeksi), dan recovered (sembuh).

Melalui hasil simulasi pemodelan ini, pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar wabah corona tak meluas.

"Kalau langkah-langkah maksimal, bisa tidak mencapai itu dan grafiknya tidak terlalu tinggi," tandas Afini. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0