Jokowi: Kita Banjiri Narasi Besar Pancasila Agar Tak Disalip Ideologi Lain :: Nusantaratv.com

Jokowi: Kita Banjiri Narasi Besar Pancasila Agar Tak Disalip Ideologi Lain

Terpenting Saat Ini Adalah Menanamkan Nilai-nilai Pancasila Kepada Anak-anak Muda
Jokowi: Kita Banjiri Narasi Besar Pancasila Agar Tak Disalip Ideologi Lain
Presiden Jokowi bersama Wapres Ma'ruf Amin dan Megawati Soekarnoputri. (Instagram @jokowi)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Pancasila adalah ideologi negara yang telah bertahan di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya.

Yang penting saat ini adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila itu terutama kepada anak-anak muda yang jumlahnya 48 persen atau 129 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Kalau tidak mengerti ideologi, tidak paham Pancasila, negara besar ini yang menjadi taruhannya - ujar Presiden RI ke-7 itu.

Hal itu disampaikan Kepala Negara melalui akun media sosialnya, yakni Instagram, Fanpage Facebook dan Twitter, yang dikutip Nusantaratv.com, pada Rabu (4/12/2019). 

Baca Juga: Rampung Desember 2020, Jokowi Berharap UIII Jadi Kampus Masa Depan Kajian Peradaban Islam

Karena itulah, sebut Presiden Jokowi, pada Presidential Lecture di Jakarta, pada Selasa (3/12/2019), dirinya mendorong BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) memanfaatkan segenap medium komunikasi kesukaan anak-anak muda untuk internalisasi dan pembumian Pancasila. 

Manfaatkan aplikasi WhatsApp, Telegram, Line, hingga Kakao Talk. Gunakan layanan video YouTube, Netflix, hingga Iflix. Isi media sosial Instagram, Facebook, Twitter, hingga Snapchat - lanjut mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu.

Kita banjiri dengan narasi-narasi besar tentang Pancasila agar tidak disalip oleh ideologi lain yang juga masuk melalui medium komunikasi tersebut. Kita juga hadirkan Pancasila melalui tiga hal yang paling disukai anak-anak muda yaitu olahraga, musik, dan film - tambahnya.

Baca Juga: Jumpa CEO Perusahaan Besar Korsel, Jokowi Ajak Kerja Sama Bangun Ibu Kota Baru di Kaltim

Menurutnya, tidak masalah bila harus nebeng pada Didi Kempot, titip sama 'Sad Boy' dan 'Sad Girl', serta menjadi bagian dari 'Sahabat Ambyar', atau menumpang satu lirik di 'Pamer Bojo'. 

Tidak apa-apa, demi nilai-nilai Pancasila yang menjangkau generasi muda seluas mungkin - tukas orang nomor satu di Tanah Air, berusia 58 tahun itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0