Jokowi: Ada 24,7 Juta Jiwa yang Harus Dientaskan dari Kemiskinan :: Nusantaratv.com

Jokowi: Ada 24,7 Juta Jiwa yang Harus Dientaskan dari Kemiskinan

Presiden Jokowi Berharap Pada 2024 Jumlah Penduduk Sangat Miskin Bisa Terus Ditekan.
Jokowi: Ada 24,7 Juta Jiwa yang Harus Dientaskan dari Kemiskinan
Pemerintah fokus mengurangi angka kemiskinan ekstrem. (BPMI Setpres)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pada September 2019, angka kemiskinan mengalami penurunan 9,22 persen. Hal itu merupakan pencapaian yang baik. Pasalnya, pada 2015, angka kemiskinan masih berada di kisaran 11,22 persen.

Namun, penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit itu bukan berarti membuat pekerjaan pemerintah berakhir. Saat memimpin rapat terbatas (Ratas) mengenai strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dari titik itulah pemerintah harus mulai bekerja lebih fokus dan menyasar kantung kemiskinan yang mungkin terpencil.

"Pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan," ujar Kepala Negara, dilansir dari laman presidenri.go.id, Kamis (5/3/2020).

Dari jumlah tersebut, berdasarkan standar garis kemiskinan internasional yang digunakan Bank Dunia, diketahui jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (kemiskinan ekstrem) tersebut kurang lebih sebanyak 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,71 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Ngaku Sering Marahi Menteri, Siapa?

Terhadap lapisan masyarakat itulah yang nantinya akan fokus disasar pemerintah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan tersebut. "Kita bisa fokus menangani terlebih dahulu yang 9,91 juta jiwa ini. Karena itu data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat kepada kelompok sasaran yang kita inginkan," lanjut ayah tiga anak itu.

Melalui upaya percepatan itu, Presiden RI ke-7 berharap agar nantinya pada 2024, jumlah penduduk sangat miskin tersebut bisa terus ditekan sehingga dapat terbebas dari jerat kemiskinan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan jajarannya ialah dengan menjalankan program pengentasan kemiskinan yang lebih terkonsolidasi, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Sejumlah program bantuan sosial pemerintah seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta bantuan permodalan lain yang di antaranya ialah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), Bank Wakaf Mikro, Dana Desa, hingga Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) harus mulai menyentuh lapisan masyarakat yang hendak disasar tersebut.

"Juga yang berkaitan dengan BUMN dan swasta. Ada PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) BUMN dan CSR sektor swasta, semuanya harus diarahkan ke arah ini," tukas mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0