Iuran BPS Naik Dua Kali Lipat, YLKI Minta Penerima Bantuan Diverifikasi Ulang :: Nusantaratv.com

Iuran BPS Naik Dua Kali Lipat, YLKI Minta Penerima Bantuan Diverifikasi Ulang

Untuk peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp160.000.
Iuran BPS Naik Dua Kali Lipat, YLKI Minta Penerima Bantuan Diverifikasi Ulang
Iuran BPJS Kesehatan naik dua kali lipat. (MNC Trijaya)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan usulan kenaikan pembayaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Besaran kenaikan adalah dua kali lipat. 

Untuk peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp160.000. Kemudian untuk peserta JKN kelas II yang tadinya membayar Rp110.000 dari yang sebelumnya Rp51.000. 

Baca: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Sedangkan peserta kelas mandiri III dinaikkan menjadi Rp16.500 dari Rp25.500 per bulan menjadi Rp42.000 per peserta. Kenaikan ini guna mengatasi masalah defisit yang menimpa BPJS Kesehatan sejak 2014.

Menanggapi usulan kenaikan itu, Tulus Abadi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mengatakan BPJS harus menghilangkan kelas layanan, demi menciptakan kesehatan yang berkeadilan, dimana yang mampu harus membayar lebih tinggi.

"Ini selaras dengan spirit asuransi sosial, yakni gotong royong. Jadi iuran BPJS Kesehatan hanya satu kategori saja," terang Tulus, dikutip dari Republika, Kamis (29/8/2019).

Dia juga meminta daftar peserta BPJS Kesehatan kategori penerima bantuan iuran (PBI) harus diverifikasi ulang. "Supaya lebih transparan dan akuntabel nama penerima PBI dan harus bisa diakses oleh publik," tegasnya.

Baca: Saran Menkeu untuk Pengelolaan BPJS yang Lebih Baik

Tak kalah penting, ungkap Tulus, management BPJS Kesehatan juga harus membereskan tunggakan iuran dari kategori mandiri atau pekerja bukan penerima upah yang mencapai 54 persen. 

"Fenomena tunggakan ini jika tidak dibiarkan akan menjadi benalu bagi finansial BPJS Kesehatan," tukas Tulus. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0