Istana: Tak Benar Presiden Jokowi Berlakukan Karantina Parsial :: Nusantaratv.com

Istana: Tak Benar Presiden Jokowi Berlakukan Karantina Parsial

Presiden Jokowi Nyatakan Kebijakan Karantina Wilayah Baik di Tingkat Nasional Maupun Daerah Adalah Kebijakan Pemerintah Pusat.
Istana: Tak Benar Presiden Jokowi Berlakukan Karantina Parsial
Presiden Jokowi. (Muchlis Jr/BPMI Setpres)

Jakarta, Nusantaratv.com - Istana Kepresidenan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah memerintahkan pemberlakuan karantina parsial terbatas terhadap aktivitas publik di beberapa wilayah di Indonesia.

Wilayah yang dimaksud antara lain DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya, Banten, Tangerang, Semarang, dan Bali. Narasi di pesan itu juga disertai 16 poin pernyataan yang mengatasnamakan Kepala Negara terkait pembatasan aktivitas warga.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden memastikan jika narasi berupa pesan berantai yang beredar di media sosial terkait pemberlakuan karantina terbatas itu bukanlah bersumber dari Presiden Jokowi.

Dilansir dari laman setkab.go.id, Selasa (17/3/2020), Presiden Jokowi dalam keterangan persnya pada Senin, (16/3/2020), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), telah menyampaikan sejumlah arahan yang justru tidak sesuai dengan narasi yang beredar tersebut. 

Baca Juga: Jokowi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Saat Puncak Wabah Corona

Pertama, kebijakan karantina wilayah (lockdown) baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat yang hingga saat ini masih tidak terpikirkan.

Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown - tegas mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu. 

Adapun langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah pembatasan sosial (social distancing), yakni dengan mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko besar kepada penyebaran virus corona (COVID-19). 

Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat, baik itu urusan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan layanan-layanan publik lainnya - tukas Presiden Jokowi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1