Ini yang Membentengi Anak dari Bahaya Narkoba :: Nusantaratv.com

Ini yang Membentengi Anak dari Bahaya Narkoba

Bahaya narkoba tergolong keadaan luar biasa penyebab kematian dalam jumlah besar di dunia.
Ini yang Membentengi Anak dari Bahaya Narkoba
Keluarga harmonis bisa menjadi benteng pertahanan awal melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Indonesia masuk kategori darurat narkoba. Keluarga yang harmonis bisa menjadi benteng pertahanan awal melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba.

"Keluarga sakinah, bahagia dan sejahtera, keluarga di mana anak-anak memperoleh perhatian, kasih sayang dan pengawasan yang optimal dari orangtua serta keberkahan adalah benteng yang kokoh terhadap penyalahgunaan narkoba," ujar Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), di Yogyakarta, Minggu (22/9/2019).

Dia juga mengajak semua unsur dalam masyarakat agar memperkuat ketahanan keluarga, lingkungan, sekolah dan kampus, dan ketahanan negara terhadap ancaman bahaya narkoba.

"Dalam kenyataan tidak jarang seseorang terjerumus menjadi pengguna hingga pencandu narkoba sebagai pelarian dari himpitan persoalan hidup," lanjutnya.

Baca Juga: Tak Kapok, PNS Cantik Kembali Jual Sabu di Lapas

Menurutnya, bahaya narkotika tergolong keadaan luar biasa penyebab kematian dalam jumlah besar di dunia. "Selain dari bahaya perang, bencana alam, konflik sosial dan penyakit menular," tambah Fuad.

Lebih lanjut, dia menyatakan dibutuhkan kepedulian yang lebih besar dari pihak berwenang dan segenap elemen masyarakat dalam langkah pemberantasan narkoba, baik produksi, peredaran maupun pemakainya yang banyak merambah anak muda atau generasi milenial. 

Narkoba menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Penindakan dan penegakan hukum yang menjadi tugas negara harus dioptimalkan dalam memerangi sindikat bisnis narkoba sebagai kejahatan yang berskala transnasional.

Baca Juga: Sejak Awal 2019, Ada 9 Artis Terjerat Narkoba

Dijelaskannya, Indonesia telah memiliki landasan hukum perundang-undangan yang cukup kuat terkait dengan pengawasan zat psikotropika atau narkoba yakni Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Selain itu, ada Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Nomor 53 tahun 2014 yang membolehkan hukuman mati bagi produsen, bandar, dan pengedar narkoba.

"Dalam struktur kewenangan pemerintahan ada Badan Narkotika Nasional (BNN). Nah, tinggal bagaimana kita mengisinya," cetus Fuad.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0