Ini Maksud dan Tujuan 'Berdamai' dengan Corona :: Nusantaratv.com

Ini Maksud dan Tujuan 'Berdamai' dengan Corona

Jokowi pernah mengajak masyarakat untuk hidup 'berdamai' dengan corona
Ini Maksud dan Tujuan 'Berdamai' dengan Corona
Ilustrasi virus corona. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat hidup 'berdamai' dengan virus corona (covid-19). Sebab, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini takkan hilang, sehingga masyarakat harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan corona. 

Baca juga: Langgar Physical Distancing, Pengelola Bandara Soetta dan Batik Air Dihukum 

Menurut Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, yang dimaksud hidup berdampingan dengan corona ialah aktivitas ekonomi kembali berjalan, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan. 

"Bukan dilonggarkan. Kita harus bisa berdampingan dengan covid-19 sampai dengan vaksin ditemukan. Dalam artian protokol kesehatan covid-19 tetap kita laksanakan tapi dunia usaha harus jalan," kata Iskandar, Selasa (19/5/2020).

Menurut dia, apabila pemerintah hanya fokus menyelesaikan dampak kesehatan saja, wabah corona justru bisa menyebabkan bencana sosial dan ekonomi.

"Jadi harus bisa menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dan memberi makan rakyat. Penyelesaian covid-19 bukan saja aspek kesehatan karena kalau kita fokus aspek kesehatan maka covid-19 bisa berubah menjadi bencana sosial dan ekonomi, dalam artian jika dunia usaha tidak kerja maka tidak ada barang-barang yg diproduksi sehingga tidak ada barang yang dimakan dan dipakai," jelasnya.

Bahkan, pandemi covid-19 bisa berdampak pada semakin banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan.

"Hal tersebut berimplikasi lebih lanjut terhadap peningkatan PHK sehingga banyak kehilangan pendapatan dan jatuh miskin," tutur dia. 

Menurut Iskandar, imbauan Jokowi tepat guna menjaga keuangan negara. Apalagi anggaran pemerintah dalam jangka menengah, sudah cukup terbatas.

"Kemampuan anggaran pemerintah terbatas dalam jangka menengah. Sehingga tidak bisa saja fokus pada aspek kesehatan. Sehubungan dengan itu, harus bisa kita seimbangkan antara aspek kesehatan dengan perut rakyat," tandasnya. (Detik) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0