Ini Lima Menteri Yang Bakal Dicopot :: Nusantaratv.com

Ini Lima Menteri Yang Bakal Dicopot

Saat ini, Presiden Jokowi sedang melakukan penilaian dan evaluasi yang sangat ketat terhadap para pembantunya
Ini Lima Menteri Yang Bakal Dicopot
Ilustrasi reshuffle / Foto: nusantaranews

Jakarta, Nusantaratv.com - Kabar adanya perombakan (reshuffle) sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 mulai marak beredar.

Seperti yang beredar pada akun Twitter Dede Budhyarto, dimana dirinya menuliskan kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal merombak kabinet.

Sejatinya, Dede Budhyarto adalah seorang peserta yang turut hadir dalam pertemuan Presiden dengan para pendukungnya dari kalangan influencer, artis dan pegiat medsos di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/2/2020) lalu.

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi ingin bertukar pikiran dengan para pendukungnya terkait permasalahan bangsa Indonesia.

"Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yg kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede Budhyarto, melalui akun Twitter-nya, Jumat (21/2/2020).

Selain Dede Budhyarto, pendukung Jokowi lainnya yakni, Chico Hakim juga ikut dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut.

Tak kalah dengan Dede Budhyarto, Chico Hakim juga mengupload foto diakun Instagram milikinya ketika berada di Istana Bogor dengan menyertakan ‘quote’ Confucius atau Kong Hu Cu, seorang filsuf Tiongkok yang terkenal akan kata-kata bijaknya tentang moralitas pribadi dan pemerintahan.

"The scholar does not consider gold and jade to be precious treasures, but loyalty and good faith. Confucius," tulis Chico Hakim.

Sebagai informasi, Presiden sendirJokowii telah menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan-segan mencopot menteri yang dinilai memiliki kinerja buruk.

Komitmen ini disampaikan oleh Presiden Jokowi usai memperkenalkan para menterinya kepada publik di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019) silam.

Namun, siapa menteri yang akan dicopot oleh Presiden Jokowi memang masih menjadi teka-teki. Saat ini, Presiden Jokowi sedang melakukan penilaian dan evaluasi yang sangat ketat terhadap para pembantunya.

Terbaru, Indonesia Political Opinion (IPO) sudah merilis berdasarkan hasil survei ada lima menteri Jokowi yang patut copot lantaran dinilai memiliki kinerja buruk.

IPO sendiri adalah lembaga survei yang bergerak di bidang media, demokrasi, dan isu gender sejak 2017.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menjelaskan, munculnya nama menteri itu merujuk kepada respons 42 persen responden yang menyatakan perlu ada perombakan kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Ini cukup mengejutkan, sebab meski baru 100 hari, sebanyak 42 persen publik menyatakan pergantian menteri itu perlu."

"Kemudian, 36 persen sebut tidak diperlukan dan 22 persen tidak menjawab," ucap Dedi dalam pemaparan diskusi bertajuk "100 Hari Kabinet jokowi-Ma'ruf Amin" beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Kompas.com, survei digelar pada 10 Januari - 31 Januari 2020 dengan memakai teknik wellbeing purposive sampling (WPS) terhadap 1.600 responden.

Validitas dagan dengan metode ini dalam rentang minimim 94 persen dan maksimum 97 persen.

Berikut daftar lima menteri Jokowi yang layak diganti versi survei IPO sebagaimana dikutip Nusantaratv.com dari Kompas.com:

1. Menkumham berada di urutan pertama menteri yang patut diganti.

"Kalau publik menyebut ada menteri yang perlu diganti, maka siapa yang dianggap layak (diganti)?"

"Perlu saya sampaikan, yang pertama nama yang muncul adalah Menkumham yang mendapat atensi 36 persen responden," ujar Dedi.

Menkumham adalah Menteri Hukum dan HAM yang dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat.

Satu kasus yang membuat Menkumham menjadi sorotan adalah kasus suap komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang melibatkan caleg dari PDI Perjuangan, Harun Masiku.

Hingga saat ini, Harun Masiku masih berstatus buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di kasus ini, Menkumham yang juga kader PDI Perjuangan sempat dituduh merintangi penyidikan terkait simpang-siur keberadaan Harun Masiku yang kemudian dibantahnya.

2. Menteri Agama, Fachrul Razi masuk dalam daftar nama menteri yang layak diganti.

Sebanyak 32 persen responden menilai Fachrul Razi perlu diganti. Ini adalah kali pertama purnawirawan TNI tersebut menjadi menteri.

Di awal menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.

Selain itu, ia juga mempermasalahkan ASN yang memakai celana cingkrang.

Belum usai dengan kegaduhan tersebut, kebijakan Fachrul Razi yang kembali menuai pro-kontra adalah pemberian surat rekomendasi untuk perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI).

Terbaru, Fachrul Razi melontarkan wacana pemulangan WNI eks ISIS yang kemudian dibantahnya.

3. Menkominfo, Johnny G Plate juga perlu diganti.

Johnny G Plate adalah politikus Partai NasDem yang diangkat menjadi menteri oleh Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

Berasal dari kalangan partai membuat beberapa kalangan meragukan Johnny G Plate yang tidak memiliki latar belakang industri telekomunikasi atau yang berkaitan dengan Kominfo.

Johnny G Plate menuai sorotan saat ia mengkritik Netflix yang dinilai lebih banyak menyediakan konten asing dibanding film dalam negeri.

Bahkan, Johnny G Plate meminta agar Netflix tidak memuat film atau serial original produksi luar Indonesia.

"Kita minta Netflix original jangan dulu, lah di Indonesia, gunakan dulu hasil kreativitas anak Indonesia sendiri dulu, kalau bisa," kata dia.

Pernyataan ini mendapat kritikan dari warganet.

Banyak di antara mereka mengatakan, film Indonesia sudah banyak tersedia di Netflix, meski tidak sebanyak film-film asing.

4. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo juga layak diganti setidaknya menurut 24 persen responden.

Edhy Prabowo adalah politikus Partai Gerindra yang dilantik Jokowi sebagai Menteri KKP menggantikan Susi Pudjiastuti.

Sejak awal menjabat, kinerja dua menteri ini selalu dibandingkan. Bahkan Susi dan Edhy pernah beda pendapat terkait ekspor benih lobster.

Di masa Susi, ekspor benih lobster sangat dilarang keras, sedangkan Edhy membuka kemungkinan keran ekspor bibit lobster.

Selain itu, sejumlah kebijakan Susi saat di KKP juga direvisi oleh Edhy.

5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim (22 persen).

Nadiem Makarim adalah pendiri GoJek sekaligus menteri paling muda yang diangkat Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

Satu kebijakan Nadiem Makarim yang sempat membuat gaduh adalah menghapus ujian nasional (UN) pada 2021.

Walau akan menghapusnya, Nadiem Makarim telah menyiapkan pengganti UN yaitu dengan sistem penilaian baru.

"UN diganti jadi asesmen kompetensi," kata Nadiem dalam rapat bersama Komisi X DPR di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Selain dengan asesmen kompetensi, UN juga akan diganti dengan survei karakter. Menurut Nadiem, kedua penilaian itu merupakan penyederhanaan dari UN.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0